Liputan6.com, Jakarta - Investor asing masih melanjutkan aksi jual saham pada perdagangan saham 20-24 April 2026. Analis menilai, aksi jual saham oleh asing didorong kenaikan dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (26/4/2026), investor asing melepas saham Rp 2,95 triliun. Aksi jual saham ini lebih besar dari pekan lalu Rp 2,71 triliun. Seiring aksi jual saham itu, sepanjang 2026, investor asing telah melepas saham Rp 42,80 triliun.
Pada pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok signifikan. IHSG merosot 6,61% menjadi 7.129,49. Selama sepekan, IHSG berada di level tertinggi 7.692,14 dan level terendah 7.115,97.
Advertisement
Kapitalisasi pasar susut 6,59% menjadi Rp 12.736 triliun dari pekan lalu Rp 13.635 triliun.
Pengamat pasar modal, Reydi Octa menuturkan, aksi jual asing dalam sepekan terakhir didorong tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield US treasury sehingga membuat aset negara berkembang kurang menarik. Hal itu dinilai memicu aksi jual saham.
“Dari domestik, pelemahan rupiah ke kisaran 17.000-an memperkuat persepsi risiko, sehingga investor asing memilih reduce exposure dalam portofolionya,” kata Reydi saat dihubungi Liputan6.com.
Ia menuturkan, isu struktural seperti free float atau saham beredar di publik dan kekhawatiran likuiditas di beberapa saham high shareholding concentration (HSC) juga masih menjadi perhatian global. Hal itu membuat asing cenderung lebih selektif dan defensif terhadap pasar Indonesia saat ini.
Kinerja IHSG Sepekan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337079/original/020602400_1609327526-20201230-IHSG-8.jpg)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham 20-24 April 2026. Analis menilai IHSG sepekan tertekan didorong sentimen global dan domestik.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (25/4/2026), IHSG sepekan turun 6,61% menjadi 7.129,49. Pekan lalu, IHSG naik 2,35% ke 7.634. Sementara itu, kapitalisasi pasar saham terpangkas 6,59% menjadi Rp 12.736 triliun dari pekan lalu Rp 13.635 triliun.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG turun agresif 6,61% selama sepekan dan disertai dengan tekanan jual yang relatif besar. Ia mengatakan, dari sisi sentimen, ada sejumlah sentimen global dan domestik yang mempengaruhi IHSG. Pertama, terdapat beberapa rilis data, di mana suku bunga acuan China yang tetap berada di level 3% dan 3,5%. Kemudian suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate juga tetap berada di 4,75%.
“Kedua, dari perkembangan konflik Timur Tengah, di mana nampaknya terjadi kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat-Iran dan Israel-Lebanon yang cenderung meredakan kekhawatiran konflik tersebut,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Faktor ketiga, dari sisi harga komoditas dunia, di mana harga minyak mentah selama sepekan ini kembali bergerak naik dan menimbulkan kekhawatiran investor terhadap inflasi dan perlambatan ekonomi global ke depan.
“Faktor keempat, nilai tukar rupiah yang selama sepekan ini bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat dan sempat menyentuh area 17.300 yang menjadi kekhawatiran tersendiri akan beban APBN dan risiko fiskal ke depan,” ujar dia.
Advertisement
Nilai Transaksi Harian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3103086/original/015555600_1586948202-20200415-Pergerakan-IHSG-Turun-Tajam-6.jpg)
Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian pekan ini merosot 3,67% menjadi Rp 19,61 triliun dari Rp 20,36 triliun pada pekan lalu.
Sementara itu, peningkatan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini yakni sebesar 4,44% menjadi 44,88 miliar saham dari 42,98 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga naik 1,09% menjadi 2,75 juta kali transaksi dari 2,72 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Pada pekan ini, investor asing masih melakukan aksi jual saham. Selama sepekan tercatat aksi jual saham senilai Rp 2,95 triliun. Pada pekan lalu, investor asing lepas saham Rp 2,71 triliun. Sepanjang 2026, investor asing mencatatkan aksi jual Rp 42,80 triliun.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318340/original/035315600_1786092351-Screenshot_2026-08-07_154428.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3566690/original/055374600_1631185686-20210909-PPKM-IHSG-5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046084/original/091856600_1581323843-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4628082/original/005777800_1698589659-CLEO-2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4788288/original/045166000_1711686496-Sharecar__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267162/original/045706800_1602658744-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585820/original/007305100_1695442703-Akhir_pekan_IHSG_ditutup_menguat-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1040537/original/091207600_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)