Garudafood Tetapkan Dividen Tunai Rp 350,34 Miliar

Garudafood akan membagikan dividen tunai Rp 350,3 miliar atau Rp 9,5 per saham dari laba bersih 2025.

Diterbitkan 23 April 2026, 18:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Arosa Hotel Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 9,5 per saham atau setara dengan Rp 350.337.208.123, yang merepresentasikan sekitar 50,9% dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp688.650.503.307.

"Dividen tersebut akan dibayarkan pada 20 Mei 2026 kepada seluruh pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan 6 Mei 2026," kata Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja, dalam RUPST.

Lebih lanjut, Hardianto menyampaikan bahwa sepanjang 2025, Garudafood berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 756,2 miliar, meningkat 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan profitabilitas ini ditopang oleh pertumbuhan penjualan bersih sebesar 7,2% menjadi Rp 13,1 triliun dari Rp 12,2 triliun pada 2024.

"Pencapaian ini mencerminkan ketangguhan fundamental bisnis Perseroan di tengah dinamika ekonomi yang masih penuh tantangan," ujarnya.

Adapun dalam pertemuan strategis tersebut, Perseroan memaparkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025, sekaligus mengumumkan sejumlah keputusan korporasi penting.

 

Kinerja Penjualan

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa segmen makanan dalam kemasan menjadi pilar utama pertumbuhan Perseroan. Segmen tersebut berkontribusi sebesar 89,9% terhadap total penjualan dan mencatatkan pertumbuhan 9,9% secara tahunan.

"Kami berhasil memanfaatkan momentum konsumsi domestik secara optimal. Kinerja Perseroan di tahun 2025 merupakan hasil dari sinergi seluruh unit kerja dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis," ujar Hardianto Atmadja.

Penjualan dalam negeri tetap menjadi penopang utama kinerja Garudafood dengan kontribusi sebesar 97,2% dari total pendapatan bersih Perseroan. Pada 2025, penjualan domestik tercatat tumbuh 7,6% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh penguatan distribusi di berbagai wilayah, efektivitas program penciptaan nilai (value creation program/VCP) yang berjalan konsisten, dan permintaan yang konsisten terhadap produk Perseroan.

Kinerja positif tersebut turut ditopang oleh kontribusi kuat kategori produk utama, yaitu Ready to Serve (RTS), biskuit, serta keju dan susu (dairy). Garudafood juga menjalankan sejumlah inisiatif strategis meliputi inovasi produk unggulan baru, pengembangan saluran distribusi, transformasi digital, optimalisasi operasional, serta kolaborasi strategis lintas fungsi.

Â