Jadwal Libur Bursa Saham Mei 2026, Total 5 Hari

Investor wajib catat! BEI resmi menetapkan 5 hari libur perdagangan saham sepanjang Mei 2026 dalam rangka hari besar nasional dan cuti bersama.

Diterbitkan 12 April 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan lima hari libur perdagangan saham sepanjang Mei 2026. Libur perdagangan saham ini di luar weekend atau libur Sabtu dan Minggu.

Libur bursa pada Mei 2026 ini untuk memperingati sejumlah hari besar seperti Hari Buruh hingga Hari Raya Idul Adha.

Mengutip pengumuman Bursa Efek Indonesia ( BEI), Minggu (12/4/2026), rincian libur bursa sebanyak lima hari tersebut adalah:

  1. Jumat 1 Mei 2026: Hari Buruh
  2. Kamis 14 Mei 2026: Kenaikan Yesus Kristus
  3. Jumat 15 Mei 2026: Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus
  4. Rabu 27 Mei 2026: Idul Adha 1447 Hijriah
  5. Kamis 28 Mei 2026: Cuti Bersama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

Bagi investor, penting untuk memahami bahwa selama libur Bursa, tidak ada transaksi jual beli saham yang dapat dilakukan.

BEI juga telah menetapkan jadwal kalender bursa 2026. Penyesuaian hari libur ini dimaksudkan agar para investor dapat menentukan arah strategi investasi dan perdagangan yang optimal.

IHSG Sepekan Naik 6,14%, Gencatan Senjata AS-Iran jadi Pemicu

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan 6-10 April 2026. Analis menilai IHSG sepekan ini dipicu sentimen global terutama gencatan senjatara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (11/4/2026), IHSG sepekan meroket 6,14% dan ditutup ke level 7.458,49. Pada pekan lalu, IHSG melemah 0,99% ke level 7.026,78.

Kapitalisasi pasar BEI juga naik 7,18% menjadi Rp 13.189 triliun dari pekan lalu sebesar Rp 12.305 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksano menuturkan, selama sepekan ini, IHSG bergerak menguat 6,14% dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat. Penguatan IHSG juga mampu menembus moving average (MA)-200 hariannya.

“Dari sisi sentimen kami mencermati adanya gencatan senjata antara AS dan Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz menurunkan kekhawatiran investor akan konflik di Timur Tengah, di mana hal tersebut juga menurunkan harga minyak dunia,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Aksi Jual Investor Asing

Ia mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga masih melemah. “Kami perkirakan hal ini disebabkan oleh risiko inflasi dan fiskal domestik yang masih membayangi, Bank Dunia juga menurunkan pertumbuhan ekonomi domestik ke 4,7% (vs 4,8% karena hal tersebut,” ujar dia.

Di sisi lain, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI yang naik 24,81% menjadi 32,28 milair saham dari 25,87 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Peningkatan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian, yang mengaut 17,26% menjadi Rp 17,32 triliun dari Rp 14,77 triliun pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat 15,05% menjadi 2,05 juta kali transaksi dari 1,78 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Pada pekan ini, investor asing juga masih mencatat aksi jual saham. Selama sepekan, investor asing melepas saham Rp 3,31 triliun. Sepanjang 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp 37,14 triliun.