IPO WBSA Incar Dana Rp 306 Miliar, Masa Penawaran Awal Mulai Hari Ini 25 Maret 2026

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) melepas 1,8 miliar saham ke publik atau setara 20,75% dalam rangka IPO.

Diterbitkan 25 Maret 2026, 16:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), perusahaan bergerak di bidang usaha angkutan multimoda, pergudangan dan penyimpanan akan melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Perseroan akan melepas maksimal 1,8 miliar saham dalam rangka IPO.

Jumlah saham yang dilepas itu setara 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah penawaran umum dengan nilai nominal Rp 40 per saham. Perseroan menawarkan harga IPO di kisaran Rp 150-Rp 170 per saham. Dengan demikian, perseroan akan meraup dana maksimal Rp 306 miliar dalam rangka IPO.Demikian mengutip laman e-ipo.co.id, Rabu (25/3/2026).

Perseroan akan memakai dana tersebut antara lain sekitar Rp 215 miliar untuk mengambilalih saham PT Bermuda Inovasi Logistik sebanyak 191.250 saham atau setara dengan 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan sektor penuh PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL).

Sisa dana penawaran umum perdana saham akan dipakai perseroan sebagai modal kerja meliputi untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari, menjaga likuiditas usaha dan memperkuat kapasitas layanan logistik multimoda perseroan.

Untuk menggelar IPO ini, perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Semesta Indovest Sekuritas.

Adapun hingga September 2025, perseroan mencatat pendapatan Rp 1,54 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,19 triliun. Sementara itu, laba periode tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 24,39 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,54 miliar. Total ekuitas tercatat Rp 330,23 miliar dan liabilitas sebesar Rp 826,77 miliar hingga 30 September 2025. Aset perseroan tercatat Rp 1,15 triliun hingga 30 September 2025. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 213,69 miliar.

 

 

Jadwal IPO WBSA

Setelah IPO, perseroan akan membayarkan dividen kepada pemegang saham perseroan dengan rasio maksimal 10% dari laba bersih tahun buku yang bersangkutan dimulai tahun buku 2027. Pembagian dividen itu tidak mengabaikan tingkat kesehatan perseroan dan tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan anggaran dasar perseroan.

Setelah IPO, pemegang saham perseroan antara lain Tiga Beruang Kalifornia Pte Ltd (TBK) sebesar 79,01%, dan PT Permata Gandania Indah (PGI) sebesar 0,24% dan masyarakat sebesar 20,75%.

Indikasi jadwal:

  • Masa penawaran awal pada 25-27 Maret 2026
  • Tanggal efektif pada 30 Maret 2026
  • Masa penawaran umum perdana saham pada 1-8 April 2026
  • Tanggal penjatahan pada 8 April 2026
  • Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 9 April 2026
  • Tanggal pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026

7 Perusahaan Proses IPO di BEI, Mayoritas Beraset Jumbo

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada tujuh perusahaan dalam proses penawaran saham perdana ke public atau initial public offering (IPO). Mayoritas perusahaan itu memiliki aset skala besar.

Mengutip data BEI, ditulis Minggu (8/3/2026), hingga 6 Maret 2026, belum ada perusahaan yang mencatatkan saham di BEI. Di sisi lain, ada tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham di BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menuturkan, dari klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, mayoritas beraset skala besar atau di atas Rp 250 miliar.

“Enam perusahaan aset skala besar,” ujar Nyoman.

Selain itu, ada satu perusahaan aset skala menengah atau aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar sedang dalam proses IPO dan tidak ada perusahaan aset skala kecil atau aset di bawah Rp 50 miliar.

Berikut rincian sektornya berdasarkan data BEI:

  • 0 perusahaan dari sektor basic materials
  • 0 perusahaan dari sektor consumer siklikal
  • 1 perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal
  • 1 perusahaan dari sektor energi
  • 3 perusahaan dari sektor keuangan
  • 1 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan
  • 0 perusahaan dari sektor industri
  • 0 perusahan dari sektor infrastruktur
  • 0 perusahaan dari sektor properti dan real estate
  • 0 perusahaan dari sektor teknologi
  • 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik