BUMI: Konflik Timur Tengah Belum Berdampak ke Operasional

BUMI memastikan konflik Timur Tengah belum berdampak. Sebaliknya, kenaikan harga komoditas akibat ketegangan geopolitik dinilai memberikan keuntungan.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 20:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyatakan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah sejauh ini belum memberikan dampak langsung terhadap operasional perusahaan.

Chief Corporate Affairs & Sustainability Officer BUMI Christopher Fong mengatakan perusahaan justru melihat adanya kenaikan harga komoditas yang memberikan keuntungan bagi perseroan.

“Tidak, justru kami melihat harga komoditas meningkat dan itu menguntungkan bagi kami. Meskipun kami memperkirakan harga bahan bakar akan naik, kami berharap hal itu tidak menjadi masalah jangka panjang. Seperti yang lainnya, kami membutuhkan stabilitas, tetapi sejauh ini kami belum melihat adanya dampak,” ujarnya kepada wartawan usai Konferensi Pers Peluncuran Logo Baru Bumi Resources, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa meskipun terdapat potensi kenaikan harga bahan bakar akibat konflik geopolitik tersebut, perusahaan berharap dampaknya tidak berlangsung dalam jangka panjang.

BUMI juga menegaskan bahwa rencana tambang serta aktivitas operasional tetap berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Tidak, rencana tambang dan operasional kami tetap berjalan. Jika beberapa biaya kami meningkat, yang sampai saat ini belum terjadi, maka kami akan menanganinya. Saat ini kami memiliki pesanan yang harus dipenuhi dan tidak ada masalah dengan hal tersebut. Kami juga belum melihat adanya kenaikan biaya. Konflik ini baru berlangsung sekitar 11–12 hari. Isu-isu tersebut belum sampai berdampak kepada kami dan kami berharap tidak akan terjadi,” jelasnya

Menurut Christopher, hingga saat ini perusahaan juga belum melihat adanya kenaikan biaya operasional yang dipicu oleh konflik tersebut.

 

Saham BUMI Masuk IDX30, Ini Daftar Lengkapnya

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak konstituen yang masuk indeks IDX30 yang berlaku efektif pada 2 Februari 2026 hingga 30 April 2026. Dari susunan saham di IDX30 terbaru ada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Mengutip laman BEI, Selasa (27/1/2026), BEI memasukkan saham BUMI di indeks IDX30. Sementara itu, BEI mengeluarkan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).

Berikut 30 saham yang masuk IDX30 antara lain:

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)

2.PT Alamtri Resources Minerals Tbk (ADRO)

3.PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

4.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

5.PT Astra International Tbk (ASII)

6.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

7.PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

8.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

9.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

10.PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

11.PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

12.PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

13.PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

14.PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

15.PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

16.PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

17.PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

18.PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP)

19.PT Indosat Tbk (ISAT)

20.PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA)

21.PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

22.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)

23.PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

24.PT Medco Energi International Tbk (MEDC)

25.PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

26.PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

27.PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

28.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

29.PT United Tractors Tbk (UNTR)

30.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)