Indeks Nikkei di Jepang Kembali Cetak Rekor Hari Ini 10 Februari 2026

Indeks Nikkei 225 di Jepang kembali melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Selasa, (10/2/2026).

Diterbitkan 10 Februari 2026, 20:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Nikkei 225 di Jepang kembali melanjutkan kenaikan dan mencapai level tertinggi baru pada perdagangan saham Selasa, (10/2/2026) di tengah lonjak indeks saham acuan lainnya di pasar Asia. Indeks Nikkei 225 di Jepang menguat setelah pemilihan umum (pemilu).

Mengutip CNBC, pasar Jepang terus menikmati “dampak Takaichi” setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi di Dewan Perwakilan Rakyat.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 2,28% ke posisi 57.650,54. Indeks Topix bertambah 1,9% ke posisi 3.855,28.

Saham Softbank Grup melonjak hingga 11,95% pada perdagangan Selasa pekan ini setelah anak perusahaannya meningkatkan perkiraan setahun penuh untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Maret, ditutup naik 10,68%

Indeks saham acuan lainnya di Asia juga menguat. Indeks Kospi di Korea Selatan menguat ke 5.301,69. Namun, indeks Kosdaq melemah 1,1% menjadi 1.115,2. Indeks Hang Seng di Hong Kong bertambah 0,58% dan ditutup ke posisi 27.183,15. Indeks CSI 300 menguat 0,11% ke posisi 4.724,3. Indeks ASX 200 mendatar di posisi 8.867,4.

Bursa saham Amerika Serika atau wall street melesat kemarin. Indeks S&P 500 menguat 0,47%. Indeks Dow Jones mendaki ke posisi 50.135,87 dan indeks Nasdaq melompat 0,9%.

Penutupan IHSG

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan pada perdagangan saham Selasa, (10/2/2026).Kenaikan IHSG hari ini terjadi usai FTSE Russell menunda pelaksanaan peninjauan (review) indeks untuk pasar Indonesia yang semulai dijadwalkan pada Maret 2026.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melesat 1,24% ke posisi 8.131,73. Indeks saham LQ45 bertambah 1,03% ke posisi 829,43. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

 

 

Kata Analis

Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, kenaikan IHSG di tengah langkah FTSE menunda pengumuman review indeks saham Indonesia mencerminkan pelaku pasar tidak hanya bereaksi terhadap isu indeks saja, melainkan juga mempertimbangkan sentimen yang lebih luas.

“Penguatan IHSG didorong oleh faktor teknikal serta membaiknya sentimen global, termasuk kenaikan harga komoditas yang mengangkat saham-saham sektor terkait dan mendorong aksi beli dari investor domestik,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, meski penundaan review indesk berpotensi menimbulkan ketidakpastian, dampaknya belum terasa langsung dan tidak menajdi faktor utama penggerak pasar pada Selasa pekan ini.

“Optimisme juga datang dari kondisi bursa global yang cenderung positif, seiring reli indeks utama di Amerika Serikat pada akhir pekan lalu, yang turut memperbaiki persepsi risiko investor,” tutur dia.

Ia menambahkan, di sisi lain, kenaikan IHSG ini juga merupakan bentuk pemulihan teknikal setelah tekanan sebelumnya.

“Pelemahan yang dipicu sentimen outlook Moody’s dan kekhawatiran terhadap indeks global membuat sejumlah saham berada di area jenuh jual, sehingga memicu aksi beli kembali dari investor domestik yang menilai valuasi sudah relatif menarik,” kata dia.

 

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.140,86 dan level terendah 8.011,13. Sebanyak 556 saham menguat sehingga angkat IHSG. 144 saham melemah dan 116 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.451.251 kali dengan volume perdagangan saham 45,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.800.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham consumer siklikal naik 2,95%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri menanjak 2,72%. Selain itu, sektor saham energi dan sektor saham basic masing-masing menguat 1,58%.

Selanjutnya sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,61%, sektor saham kesehatan melompat 1,23%, sektor saham keuangan bertambah 1,36%. Kemudian sektor saham properti menanjak 1,97%. Lalu sektor saham teknologi mendaki 1,26%, sektor saham infrastruktur bertambah 1,8% dan sektor saham transportasi menguat 1,74%.