Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan pada perdagangan saham Selasa, (10/2/2026).Kenaikan IHSG hari ini terjadi usai FTSE Russell menunda pelaksanaan peninjauan (review) indeks untuk pasar Indonesia yang semulai dijadwalkan pada Maret 2026.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melesat 1,24% ke posisi 8.131,73. Indeks saham LQ45 bertambah 1,03% ke posisi 829,43. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.
Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, kenaikan IHSG di tengah langkah FTSE menunda pengumuman review indeks saham Indonesia mencerminkan pelaku pasar tidak hanya bereaksi terhadap isu indeks saja, melainkan juga mempertimbangkan sentimen yang lebih luas.
Advertisement
"Penguatan IHSG didorong oleh faktor teknikal serta membaiknya sentimen global, termasuk kenaikan harga komoditas yang mengangkat saham-saham sektor terkait dan mendorong aksi beli dari investor domestik,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Ia menambahkan, meski penundaan review indesk berpotensi menimbulkan ketidakpastian, dampaknya belum terasa langsung dan tidak menajdi faktor utama penggerak pasar pada Selasa pekan ini.
“Optimisme juga datang dari kondisi bursa global yang cenderung positif, seiring reli indeks utama di Amerika Serikat pada akhir pekan lalu, yang turut memperbaiki persepsi risiko investor,” tutur dia.
Ia menambahkan, di sisi lain, kenaikan IHSG ini juga merupakan bentuk pemulihan teknikal setelah tekanan sebelumnya.
“Pelemahan yang dipicu sentimen outlook Moody’s dan kekhawatiran terhadap indeks global membuat sejumlah saham berada di area jenuh jual, sehingga memicu aksi beli kembali dari investor domestik yang menilai valuasi sudah relatif menarik,” kata dia.
Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.140,86 dan level terendah 8.011,13. Sebanyak 556 saham menguat sehingga angkat IHSG. 144 saham melemah dan 116 saham diam di tempat.
Sektor Saham
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020530/original/079906900_1578913890-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-7.jpg)
Total frekuensi perdagangan 2.451.251 kali dengan volume perdagangan saham 45,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.800.
Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham consumer siklikal naik 2,95%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri menanjak 2,72%. Selain itu, sektor saham energi dan sektor saham basic masing-masing menguat 1,58%.
Selanjutnya sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,61%, sektor saham kesehatan melompat 1,23%, sektor saham keuangan bertambah 1,36%. Kemudian sektor saham properti menanjak 1,97%. Lalu sektor saham teknologi mendaki 1,26%, sektor saham infrastruktur bertambah 1,8% dan sektor saham transportasi menguat 1,74%.
Advertisement
Gerak Saham
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182433/original/045323000_1744088913-20250408-Perdagangan_Saham-AFP_5.jpg)
Pada Selasa pekan ini, saham WMUU ditutup naik 9,26% ke posisi Rp 59 per saham. Harga saham WMUU dibuka naik lima poin ke posisi Rp 59 per saham. Saham WMUU berada di level tertinggi Rp 59 dan level terendah Rp 59 per saham. Total frekuensi perdagangan 716 kali dengan volume perdagangan 1.046.031 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,2 miliar.
Harga saham BRPT ditutup mendaki 1,75% ke posisi Rp 2.030 per saham. Saham BRPT dibuka naik lima poin ke posisi Rp 2.000 per saham. Harga saham BRPT berada di level tertinggi Rp 2.080 dan level terendah Rp 1.985 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.231 kali dengan volume perdagangan saham 543.206 saham. Nilai transaksi harian Rp 110,6 miliar.
Harga saham BBNI melemah 0,22% ke posisi Rp 4.510 per saham. Saham BBNI dibuka stagnan di posisi Rp 4.520 per saham. Harga saham BBNI berada di level tertinggi Rp 4.540 dan level terendah Rp 4.480 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.463 kali dengan volume perdagangan saham 398.007 saham. Nilai transaksi harian Rp 179,5 miliar.
Harga saham BREN turun 0,62% ke posisi Rp 8.000 per saham. Saham BREN dibuka stagnan di posisi Rp 8.050 per saham. Harga saham BREN berada di level tertinggi Rp 8.075 dan level terendah Rp 7.925 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.046 kali dengan volume perdagangan saham 64.917 saham. Nilai transaksi harian Rp 51,9 miliar.
Top Gainers-Losers
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1816138/original/069258400_1514544766-20171229-ISHG-AY1.jpg)
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham VAST meroket 34,65%
- Saham MSIN meroket 25%
- Saham FPNI meroket 25%
- Saham NZIA meroket 25%
- Saham IFSH meroket 24,90%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham ZONA melemah 10,34%
- Saham HOMI melemah 9,89%
- Saham BELL melemah 9,85%
- Saham SPRE melemah 9,84%
- Saham PPGL melemah 9,84%
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BUMI senilai Rp 2,5 triliun
- Saham BBCA senilai Rp 957,1 miliar
- Saham BMRI senilai Rp 896,3 miliar
- Saham BBRI senilai Rp 685,8 miliar
- Saham DEWA senilai Rp 603 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham BUMI tercatat 171.650 kali
- Saham BUVA tercatat 75.391 kali
- Saham YELO tercatat 62.350 kali
- Saham DEWA tercatat 55.320 kali
- Saham BIPI tercatat 48.312 kali
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342656/original/097613200_1757397640-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4184328/original/008141600_1665137969-20221007_150230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293466/original/077963300_1783718956-063_2285564351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293456/original/054507100_1783717417-000_B9W36UY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293465/original/017817900_1783718956-063_2285562554.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293455/original/048931800_1783717383-000_B9W36VN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110960/original/024723100_1783047145-sp7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289078/original/032461700_1783391107-bel11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291435/original/001786200_1783562166-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4184328/original/008141600_1665137969-20221007_150230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008993/original/066039300_1577703438-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771351/original/095342300_1710333128-20240313-IHSG-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008994/original/036183300_1577703439-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)