Danantara Sebut Demutualisasi BEI Tak Picu Konflik Kepentingan

CIO Danantara, Pandu Sjahrir menuturkan, melalui pembagian peran, independensi pengaturan pasar modal dapat terjaga.

Diterbitkan 02 Februari 2026, 08:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa rencana demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi perusahaan terbuka yang saham-nya bisa dimiliki publik tidak akan memicu benturan kepentingan.

Ia juga memastikan potensi konflik kepentingan tetap tidak akan muncul sekalipun Danantara Indonesia nantinya menjadi salah satu pemegang saham BEI. Menurut dia, hal itu karena operasional bursa tetap berada di bawah pengaturan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator.

"OJK-lah yang melakukan pengaturan. Pemegang saham ya fokus kepada profit (mencari keuntungan) untuk institusi itu,” ujar Pandu Sjahrir kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Ia menjelaskan, para pemangku kepentingan berfokus mendorong perusahaan agar berkembang lebih baik sekaligus menghasilkan keuntungan yang kemudian dapat dibagikan dalam bentuk dividen kepada seluruh pemegang saham.

Dengan pembagian peran tersebut, ia meyakini independensi dalam pengaturan pasar modal domestik akan tetap terjaga.

"Kita juga ingin lebih maju lagi kan. Kita ingin pasar modal kita lebih dalam. Jadi, whereas fungsi untuk regulator diperjelas, fungsi pemegang saham juga jelas," tutur Pandu.

Ia turut menegaskan bahwa BEI ke depan tidak akan berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Terkait rencana Danantara Indonesia menempatkan 50 persen dananya di dalam negeri, Pandu menyebut sebagian alokasi investasi akan masuk ke pasar modal, baik melalui instrumen obligasi maupun saham.

“Kami melihat (instrumen investasi seperti obligasi dan ekuitas) menarik. Saya nggak bakal juga describe specifically (merinci secara spesifik) berapa persen (investasi yang digelontorkan di pasar modal), karena pemain-pemain pasar modal ini sangat pintar, yang pasti kami akan terus berinvestasi di pasar modal Indonesia,” pungkasnya.

 

Danantara Borong Saham di Pasar Modal

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan menempatkan dana investasi di pasar modal domestik pada pekan depan. Penyaluran dana tersebut dilakukan secara bertahap lewat sejumlah manajer investasi yang telah ditunjuk, sebagai langkah awal strategi alokasi dana Danantara di pasar modal Indonesia.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyampaikan keputusan masuk ke pasar saham didasari penilaian bahwa valuasi sejumlah emiten saat ini tergolong menarik, sementara kondisi perekonomian Indonesia dinilai tetap berada dalam jalur yang baik.

“Minggu depan pun, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, kami akan berinvestasi masuk ke pasar modal, karena menurut kami there is good value di ekonomi Indonesia berjalan dengan baik, but most important we find very good value in a lot of the businesses yang sudah kita identifikasi untuk beli,” ujar Pandu, di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Ia menegaskan Danantara akan menjadi partisipan aktif sejak awal perdagangan dibuka. Kegiatan investasi dilakukan langsung di pasar melalui skema yang sebelumnya telah dipersiapkan.

“Jadi ini penting karena memang besok kita jam 9 pagi kita sudah buka pasar, we are active participant in the market,” tutur Pandu.

 

 

Sudah Masuk Pasar Modal Sejak Tahun Lalu

Pandu mengungkapkan Danantara sebenarnya telah memulai aktivitas investasi sejak akhir Desember 2025 dan secara konsisten meningkatkan porsi penempatan dana setiap hari. Kegiatan tersebut terus berlangsung hingga kini, termasuk dalam beberapa hari terakhir.

“Jadi kita sudah dari akhir Desember sudah mulai berinvestasi, sudah nambah setiap hari kita investasi, termasuk di tiga hari terakhir di minggu ini kita siap hari berinvestasi melalui manajer investasi-manajer investasi yang sudah kami tunjuk,” ujarnya.

Pada tahap awal ini, Danantara memutuskan menggunakan jasa manajer investasi sebagai bagian dari strategi pengelolaan portofolio. Skema tersebut dirancang berjalan selama enam bulan mendatang.

“Jadi memang strategi awal kita enam bulan ke depan ini kita melalui manajer investasi,” pungkas Pandu.