Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perlunya pengetatan pengawasan di pasar modal menyusul gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saat ditanya soal langkah tegas terhadap Bursa Efek Indonesia (BEI), Purbaya menyebut pengawasan harus diperkuat agar praktik manipulasi harga saham tidak terus merugikan investor.
Menanggapi celetukan agar BEI “disikat”, Purbaya menjawab dengan nada bercanda namun serius. Ia menekankan bahwa pengawasan pasar modal berada di bawah kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemerintah telah meminta agar OJK segera berkoordinasi dengan BEI untuk mempercepat langkah penertiban.
“BEI anda yang sikat lah (tertawa). Oh itu kan OJK, saya sudah minta ke OJK untuk koordinasi dengan BEI. Dia akan mempercepat itu,” kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Advertisement
Menurutnya, percepatan pengawasan menjadi krusial agar pasar saham kembali kredibel dan transparan.
Purbaya menilai, selama celah pengawasan masih terbuka, praktik penggorengan saham berpotensi terus terjadi dan menciptakan volatilitas yang tidak sehat.
Ultimatum Menkeu
Purbaya menyampaikan, pemerintah tidak akan tinggal diam jika perbaikan di pasar modal berjalan lambat. Ia memberi sinyal kuat bahwa evaluasi akan dilakukan dalam waktu dekat, khususnya hingga akhir Maret mendatang.
“Ya kalau Maret, sampai akhir Maret enggak jalan saya akan ke sana sebagai Ketua KSSK,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi penanda keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, termasuk memastikan pasar modal berjalan adil dan teratur.
IHSG Akan Segera Pulih
Di sisi lain, Purbaya memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mulai pulih dalam waktu dekat setelah mengalami tekanan akibat sentimen negatif.
Menurutnya, pelemahan indeks saat ini masih bersifat sementara atau shock akibat pemberitaan yang kurang menguntungkan terhadap pasar modal Indonesia.
“Ini kan masih shock, besok akan flat,” pungkasnya.
IHSG Terperosok 7,35% Gara-Gara MSCI, Transaksi Harian Tembus Rp 45,5 Triliun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182873/original/071417500_1744109076-20250408-Penutupan_IHSG-HER_2.jpg)
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah pada perdagangan saham Rabu, (28/1/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi setelah pengumuman MSCI untuk membekukan sejumlah perubahan dalam proses peninjauan indeks saham.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup tersungkur 7,35% ke posisi 8.320,55. Indeks saham LQ45 terpangkas 7,26% ke posisi 812,53. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, tekanan jual masih berlanjut dari sesi pertama, seiring panic selling pengumuman MSCI yang akan membekukan pembobotan dan rebalancing dari saham Indonesia.
“Penurunan bisa berlanjut, tetapi dampaknya bisa hanya jangka pendek, karena opini saya keputusan MSCI justru dapat menahan outflow dari dana pasif asing di IHSG,” kata Reydi saat dihubungi Liputan6.com.
Adapun strategi investasi saat IHSG melemah karena pengumuman MSCI, Reydi mengatakan, investor dapat wait and see sembari melakukan akumulasi saham bertahap pada saat IHSG tertekan hingga trading halt seiring peluang kenaikan terbuka. “Peluang rebound-nya tetap terbuka,” ujar dia.
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.596,17 dan level terendah 8.187,73. Sebanyak 753 saham melemah sehingga bebani IHSG. 37 saham menguat dan 16 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 3.990.870 kali dengan volume perdagangan saham 60,9 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 45,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.704.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham infrastruktur terpangkas 10,15%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 8,99%, sektor saham basic melemah 6,3%, sektor saham industri merosot 6,60%.
Selanjutnya sektor saham consumer nonsiklikal turun 3,96%, sektor saham siklikal terperosok 6,43%, sektor saham kesehatan melemah 4,84%. Lalu sektor saham keuangan turun 4,35%, sektor saham properti susut 6,35%, sektor saham teknologi melemah 7,55% dan sektor saham transportasi susut 7,36%.
Advertisement
Top Gainers-Losers
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1505543/original/019386800_1486967392-Pembukaan-Saham6.jpg)
- Saham WAPO melesat 34,04%
- Saham STAR melesat 24,80%
- Saham BOGA melesat 24,74%
- Saham BALI melesat 23,84%
- Saham NICK melesat 12,55%
- Saham RAJA merosot 15%
- Saham GWSA merosot 15%
- Saham AIMS merosot 15%
- Saham ZATA merosot 15%
- Saham DFAM merosot 15%
- Saham BBCA senilai Rp 7,3 triliun
- Saham BMRI senilai Rp 3 triliun
- Saham BBRI senilai Rp 2,6 triliun
- Saham ANTM senilai Rp 2,6 triliun
- Saham TLKM senilai Rp 1,6 triliun
- Saham BBCA tercatat 273.691 kali
- Saham ANTM tercatat 139.254 kali
- Saham BBRI tercatat 129.135 kali
- Saham BMRI tercatat 114.495 kali
- Saham BUMI tercatat 109.097 kali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267160/original/026445700_1602658743-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3246/original/023028100_1470665987-kecil.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260101/original/022902800_1781568480-063_2281783911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267160/original/026445700_1602658743-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497603/original/096409200_1770638744-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487883/original/066756000_1769682062-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)