Sentimen Bullish IHSG Masih Tak Terbendung, Deretan Saham Ini Dapat Dicermati

Berikut sejumlah sentimen yang akan pengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham pekan ini.

Diterbitkan 12 Januari 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berlanjut sepanjang pekan ini. Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat naik 0,13 persen ke level 8.936.  Bahkan, indeks sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 9.000 pada Kamis, 8 Januari 2026. Pada periode yang sama, investor asing membukukan pembelian bersih saham di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp 1,6 triliun.

Analis Ekuitas PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menjelaskan, pergerakan IHSG dalam sepekan terakhir dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik.

Dari sisi global, sentimen datang dari sikap hawkish Bank of Japan (BOJ) yang memicu kekhawatiran terjadinya unwinding carry trade. Sinyal potensi kenaikan suku bunga di Jepang mendorong penarikan likuiditas global, sehingga investor yang sebelumnya memanfaatkan pinjaman yen berbiaya rendah untuk berinvestasi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, mulai menarik dananya.

“Selanjutnya dari global juga ada sentimen reli harga komoditas tambang dan energi. Kenaikan harga komoditas global, terutama tembaga yang mencetak rekor tertinggi akibat permintaan teknologi AI dan kendaraan listrik, memberikan dorongan besar pada saham-saham sektor barang baku dan energi di Bursa Efek Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (12/1/2026).

Dari dalam negeri, penguatan IHSG juga didorong fenomena January Effect. Indeks berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday dengan mencapai posisi 9.002,92. Kondisi ini dipicu oleh aktivitas reinvestasi portofolio yang lazim dilakukan manajer investasi pada awal tahun.

Selain itu, derasnya arus modal asing juga menjadi penopang. Bank Indonesia mencatat investor asing membukukan beli bersih senilai Rp 1,44 triliun hanya pada pekan pertama Januari 2026. Masuknya dana asing tersebut mencerminkan kuatnya kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Sentimen Utama Pekan Ini

Menjelang perdagangan pekan ini (12–15 Januari 2026) yang hanya berlangsung selama empat hari akibat libur Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 16 Januari 2026, David menilai IHSG masih berada dalam fase bullish.

Ia menyarankan pelaku pasar untuk mencermati saham-saham yang tengah berada dalam tren naik dengan aliran dana (money flow) yang kuat, seperti yang terlihat pada sektor properti, seraya tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin.

Di sisi lain, pelaku pasar juga diimbau untuk memperhatikan sentimen penting berupa rilis data neraca perdagangan periode Desember yang dijadwalkan diumumkan pemerintah pada pekan ini.

"Pasar menantikan apakah surplus perdagangan Indonesia masih berlanjut di tengah fluktuasi harga komoditas global. Angka surplus yang kuat akan memperkokoh nilai tukar Rupiah dan menjaga minat investor asing," ujar David.

Saham yang Dapat Dicermati

Menanggapi dinamika pasar saat ini, IPOT yang telah bertransformasi menjadi Wealth Creation Platform merekomendasikan strategi investasi pada saham-saham uptrend dengan money flow tinggi, khususnya di sektor properti dan tambang. 

BSDE

Buy BSDE dengan harga saat ini 950, target 1.050, stop loss 920, dan rasio risk to reward 1:3,3. David menilai emiten PT Bumi Serpong Damai Tbk dikonfirmasi memiliki area support kuat di level 920, indikator MACD mulai membentuk golden cross, serta ditopang minat dana di sektor properti.

ARCI

Buy on Breakout ARCI pada level 1.695 dengan target 1.875 dan stop loss 1.625. Menurut David PT Archi Indonesia Tbk dinilai menarik karena prospek sektor tambang emas yang masih solid, disertai potensi breakout dari fase konsolidasi yang sehat.

INDY

Buy on Pullback INDY dengan area entry di kisaran 2.700–2.780, target 3.000, dan stop loss 2.550. David menuturkan, PT Indika Energy Tbk dinilai masih berada dalam tren naik di atas MA5 dan menunjukkan pergerakan harga yang atraktif untuk trading jangka pendek.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.