Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menilai arah pergerakan investor pada 2026 akan lebih selektif, khususnya terhadap saham-saham yang memiliki fundamental solid dan tingkat likuiditas yang baik. Menurutnya, faktor kinerja keuangan emiten akan menjadi perhatian utama dalam pengambilan keputusan investasi.
Ia menyampaikan bahwa saham dengan laporan keuangan yang menunjukkan pertumbuhan laba bersih, arus kas yang kuat, serta rekam jejak pembagian dividen berpeluang menjadi pilihan utama investor.
“Investor akan cenderung fokus pada saham-saham yang memiliki fundamental solid dan likuid,” ujar Reydi kepada Liputan6.com, Rabu (7/1/2026).
Advertisement
Lebih lanjut, Reydi menilai kondisi tersebut berpotensi semakin menarik bagi investor asing, terutama apabila arus dana mulai kembali masuk ke pasar saham domestik. Saham-saham berkapitalisasi besar dengan kinerja keuangan yang konsisten disebut akan mendapat perhatian lebih besar dalam pergerakan IHSG ke depan.
Selain saham berkapitalisasi besar, Reydi juga melihat peluang pada saham menengah atau mid cap. Menurutnya, saham di segmen tersebut tetap dapat dilirik investor selama memiliki katalis atau sentimen positif yang jelas.
“Saham mid cap pun bisa menjadi pilihan asalkan memiliki katalis atau sentimen positif seperti yang memiliki aksi korporasi yang jelas, ekspansi bisnis dan perbaikan laporan keuangan,” pungkas Reydi.
Pada kesempatan sama, Reydi menilai emiten berbasis emas berpeluang menjadi pilihan menarik bagi investor pada 2026. Prospek tersebut dinilai sejalan dengan potensi berlanjutnya ketidakpastian global yang masih membayangi perekonomian dunia.
Dalam kondisi ketidakpastian, emas kerap menjadi aset yang diminati investor sebagai instrumen perlindungan nilai. Hal ini dinilai dapat mendorong peningkatan minat terhadap emiten yang memiliki keterkaitan langsung dengan komoditas emas di pasar modal.
Target IHSG Sentuh 10.000 di Akhir 2026, Realistis?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)
Sebelumnuya, Analis sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 10.000 pada akhir 2026 meski terkesan ambisius, masih berada dalam koridor yang realistis apabila dikaitkan dengan kondisi fundamental pasar modal Indonesia saat ini.
Ia menyoroti kinerja IHSG sepanjang 2025 yang mampu mencetak rekor tertinggi baru, seiring kapitalisasi pasar yang telah menembus kisaran Rp16.000 triliun. Menurutnya, pertumbuhan investor domestik yang konsisten, likuiditas pasar yang terjaga, serta ketahanan IHSG di tengah tekanan global mencerminkan semakin matangnya struktur pasar modal nasional.
“Proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 10.000 pada akhir 2026 memang terkesan ambisius, namun masih berada dalam koridor realistis jika dikaitkan dengan fondasi pasar modal nasional saat ini,” ujar Hendra dalam keterangannya, dikutip Senin (5/1/2026).
Memasuki awal 2026, sentimen pasar kembali menguat yang tercermin dari kenaikan IHSG lebih dari 1 persen pada hari perdagangan pertama tahun ini dengan nilai transaksi yang besar. Meski demikian, ia menekankan bahwa pencapaian level psikologis tersebut tetap membutuhkan dukungan fundamental yang berkelanjutan.
Advertisement
Faktor Penggerak IHSG
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267164/original/076811600_1602658745-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-7.jpg)
Hendra menjelaskan sejumlah faktor yang berpotensi menjadi penggerak utama IHSG, mulai dari pertumbuhan laba emiten berkapitalisasi besar, peluang kembalinya arus dana asing seiring ekspektasi penurunan suku bunga global, hingga stabilitas makroekonomi domestik seperti inflasi yang terkendali dan nilai tukar rupiah yang relatif stabil.
“Untuk mencapai level psikologis 10.000, penguatan indeks tetap membutuhkan dukungan fundamental yang berkelanjutan, bukan sekadar dorongan sentimen jangka pendek,” katanya.
Dari sisi sektoral, Hendra memperkirakan penguatan IHSG sepanjang 2026 masih ditopang sektor energi dan sumber daya alam, perbankan, infrastruktur, serta media dan konsumsi. Ia juga menilai sejumlah saham menarik untuk dicermati secara selektif karena memiliki kombinasi valuasi menarik, katalis korporasi, dan sentimen pendukung.
Namun demikian, ia mengingatkan investor tetap perlu mencermati berbagai risiko, mulai dari ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global, dinamika geopolitik, pergerakan nilai tukar rupiah, hingga potensi spekulasi berlebihan pada saham-saham tertentu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2558118/original/048866200_1545998697-20181228-Terompet-Penutupan-IHSG-5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020530/original/079906900_1578913890-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1563516/original/054046800_1491900182-RS-Jakarta-Eye-Center6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258973/original/009335500_1781429066-PABRIK-BEKASI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3631416/original/032313800_1636726470-WhatsApp_Image_2021-11-12_at_04.38.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)