BEI Terapkan Non-Cancellation Period 15 Desember 2025, Investor Perlu Cermati Hal Ini

Analis menanggapi soal dampak penerapan mekanisme non-cancellation period di BEI mulai, Senin, (15/12/2025).

Diterbitkan 15 Desember 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan non-cancellation period pada Senin, 15 Desember 2025. Seiring langkah BEI tersebut, investor dinilai perlu lebih cermati dalam order.

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan, mekanisme non-cancellation period diperkirakan tidak berpengaruh signifikan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, investor perlu mempertimbangkan dari sisi order dan juga pembentukan harga.

“Dengan adanya non cancelation berarti investor dapat lebih cermat dalam order karena tidak dapat di amend ataupun cancel, di mana hal tersebut akan menimbulkan pembentukan harga (indicative equilibrium price/IEP dalam hal ini), sehingga menghindarkan adanya IEP semu ke depan,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Senin (15/12/2025).

BEI menerapkan mekanisme non-cancellation period bagian dari upaya pengembangan pasar modal seiring meningkatnya jumlah investor serta lonjakan aktivitas transaksi.

"Seiring dengan perkembangan transaksi kali ini dan juga meningkatnya partisipasi investor dan juga meningkatkan transaksi bursa terus menerus untuk mengembangkan pasar modal. Salah satu pengembangan yang akan kami luncurkan pada hari Senin tanggal 15 Desember 2025 adalah terkait dengan implementasi non-cancellation period," kata Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 1 Bursa Efek Indonesia Firza Rizqi Putra dalam Media Briefing Terkait Implementasi Non-Cancellation Period, Jumat, 12 Desember 2025.

Firza menuturkan, BEI menilai sesi pre-opening dan pre-closing menjadi titik paling krusial dalam pembentukan harga sehingga membutuhkan mekanisme pendukung yang lebih ketat.

Menurut dia, kebijakan baru ini tidak akan diterapkan sepanjang waktu, melainkan secara khusus pada menit-menit terakhir sebelum fixing. Tujuannya adalah memastikan proses price discovery berjalan lebih akurat, stabil, dan bebas dari upaya manipulasi last minute yang dapat menciptakan distorsi harga.

 

Hanya Berlaku Dua Menit Terakhir Sesi Pre Opening-Closing

"Untuk meningkatkan integritas pasar Bursa Efek Indonesia berinisiatif untuk menambahkan salah satu mekanisme Non-cancellation period, tapi tidak semuanya tentu saja yang kita tambahkan adalah Non-cancellation period hanya di menit-menit terakhir untuk sesi pre-opening maupun juga sesi pre-closing," jelasnya.

Non-cancellation period hanya berlaku pada dua menit terakhir sesi pre-opening dan pre-closing. Dalam periode tersebut, investor masih dapat memasukkan order baru.

Namun, order yang sudah masuk tidak bisa lagi dibatalkan atau diubah. Dengan demikian, struktur order book menjadi lebih solid menjelang penentuan harga.

Meningkatkan Integritas dan Kualitas Price Discovery

Firza menjelaskan, BEI menilai penambahan mekanisme non-cancellation period sangat penting untuk memperkuat integritas pasar.

Selama ini, perubahan atau pembatalan order pada detik-detik terakhir kerap mengganggu stabilitas volume dan memengaruhi proses pencocokan harga. Kebijakan baru ini diharapkan mengurangi potensi tindakan spekulatif yang dapat merusak keseimbangan pasar.

"Untuk memastikan untuk datanya, order-nya, dan juga Gradual value yang makin berintegritas dengan value yang baik Price discovery yang baik Bursa akan menambahkan non-cancellation period pada menit-menit terakhir untuk sesi pre-opening dan sesi pre-closing," ujarnya.

Karakteristik yang Berbeda

Firza menjelaskan, sesi pre-opening dan pre-closing memiliki karakteristik berbeda dari perdagangan reguler karena order dimasukkan lebih dulu sebelum dipertemukan berdasarkan volume terbesar dan harga terbaik.

Pada fase ini, perubahan order di saat-saat terakhir sering menjadi celah bagi pelaku pasar untuk melakukan manuver yang tidak sehat. Dengan membatasi perubahan order pada periode akhir, BEI ingin memastikan data order yang masuk benar-benar mencerminkan minat beli dan jual secara jujur.

"Sejauh mana kita tahu bahwa sesi pre-opening maupun Sesi pre-closing merupakan seasonal option di mana order dimasukkan terlebih dahulu dan pada menit-menit terakhir setelah mekanisme redempt closing Itu akan dipertemukan berdasarkan volume yang terendahnya," pungkasnya.