Rekomendasi Saham Hari Ini 8 Desember 2025: ERAA, INDY, INTP, PGEO hingga TLKM

Berikut strategi rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (8/12/2025) rawan koreksi.

Diterbitkan 08 Desember 2025, 06:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin, (8/12/2025). Namun, IHSG hari ini juga perlu diwaspadai karena rawan koreksi unuk menguji posiis 8.410-8.516. Bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,09% ke posisi 8.632 dan masih didominasi oleh tekanan jual, meskipun volumenya cenderung turun pada perdagangan saham Jumat, 5 Desember 2025.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case, IHSG sedang berada pada akhir wave (iii) dari wave [iii] untuk menguji 8.709.

“Namun, waspadai worst case (merah), di mana koreksi IHSG akan menguji 8.410-8.516 untuk membentuk wave (iv) dari wave [iii],” ujar Herditya dalam catatannya.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 8.592,8.553 dan level resistance 8.709,8.769 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Sementara itu, dalam riset  PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance di 8.440-8.670.

Pada pekan ini, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) akan rilis antara lain US Personal Income dan Spending untuk Oktober. Selain itu, data PCE Price Index dan Core PCE Price Index Oktober yang dinilai penuh harapan. Selain inflasi dari konsumen, ada inflasi dari produsen di  mana PP Final Demand YoY yang diharapkan menurun.

“Data ketenagakerjaan akan memainkan peranan yang sangat penting di sini, di mana ada data JOLTS yang akan memberikan gambaran mengenai ketenagakerjaan, tepat sebelum pertemuan the Fed,” demikian seperti dikutip.

Pilarmas Investindo Sekuritas melihat harapan penurunan suku bunga meningkat dengan cepat dengan probabilitas berada di 95,9% untuk the Federal Reserve (the Fed) memangkas suku bunga 25 basis poin (bps).

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Remala Abadi Tbk (DATA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

 

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) - Buy on Weakness

Saham ERAA menguat 2,86% ke 432 dan didominasi oleh volume beli, penguatannya mampu menembus MA60. "Kami perkirakan, posisi ERAA saat ini berada pada bagian awal dari wave [iii] dari wave 1 dari wave (C)," ujar Herditya.

Buy on Weakness: 416-428

Target Price: 438, 448

Stoploss: below 406

2.PT Indika Enery Tbk (INDY) - Spec Buy

Saham INDY menguat 1,33% ke 1.910 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Herditya menuturkan, selama masih mampu berada di atas 1.870 sebagai stoplossnya, posisi INDY diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave b dari wave (b).

Spec Buy: 1.885-1.905

Target Price: 1.970, 1.995

Stoploss: below 1.870

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) - Buy on Weakness

Saham INTP menguat 2,60% ke 6.900 dan masih disertai oleh volume pembelian, meskipun mengecil.

"Saat ini, kami memperkirakan posisi INTP sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 5," kata Herditya.

Buy on Weakness: 6.600-6.825

Target Price: 7.050, 7.325

Stoploss: below 6.550

 

4.PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) - Buy on Weakness

Saham PGEO menguat 4,74% ke 1,215 dan disertai dengan munculnya volume beli, tetapi pergerakannya masih tertahan oleh MA200.

“Kami perkirakan, posisi PGEO saat ini sedang berada di awal wave 1 dari wave (3),” kata dia.

Buy on Weakness: 1.190-1.210

Target Price: 1.310, 1.415

Stoploss: below 1.155

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.