Alfamart (AMRT) Akan Buyback 650 Juta Saham, Nilainya Segini

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) akan buyback saham selama tiga bulan.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 22:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart akan menggelar pembelian kembali atau buyback saham maksimal Rp 1,5 triliun. Jumlah saham yang akan di-buyback maksimal 650 juta saham.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/12/2025), pembelian kembali saham AMRT akan dilaksanakan selama tiga bulan sejak 8 Desember 2025-6 Maret 2026.

Jumlah saham AMRT yang akan dibeli kembali tersebut tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Selain itu, jumlah saham free float setelah buyback tidak akan menjadi kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor.

Buyback saham yang dilakukan, menurut perseroan tidak akan menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan perseroan. Hal ini seiring perseroan memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai pembelian kembali saham dan membiayai kegiatan usaha perseroan.

Pembelian kembali saham dilakukan secara bertahap dan secara penuh melalui BEI. Adapun perseroan akan menunjuk satu perusahaan efek untuk melakukan pembelian kembali saham. Setelah berakhirnya periode buyback saham, perseroan akan menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri.

"Perseroan akan melakukan pengalihan atas saham hasil Pembelian Kembali Saham dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku khususnya POJK No. 29/2023 dan POJK No. 13/2023,”

Adapun pembelian kembali saham akan dilakukan sesuai ketentuan antara lain:

1.Peraturan OJK No. 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka (POJK No. 29/2023).

2. Peraturan OJK No. 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan Dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasisecara Signifikan (POJK No. 13/2023);

3. Surat OJK No. S-102/D.04/2025 tanggal 17 September 2025 perihal Kebijakan Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan.

Harga saham AMRT ditutup melemah 0,27% ke posisi Rp 1.845 per saham. Harga saham AMRT dibuka stagnan di posisi Rp 1.850 per saham. Saham AMRT berada di level tertinggi Rp 1.855 dan level terendah Rp 1.825 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.179 kali dengan volume perdagangan 402.890 saham. Nilai transaksi Rp 74,3 miliar.

Kinerja AMRT hingga September 2025

Sebelumnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola gerai Alfamart mencatat pertumbuhan pendapatan, tetapi laba merosot pada Januari-September 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (2/11/2025), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk meraup pendapatan Rp 94,47 triliun pada Januari-September 2025. Pendapatan bersih itu naik 7,09% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 88,21 triliun.

Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp 74,17 triliun hingga kuartal III 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 69,34 triliun. Namun, perseroan mampu meraup laba bruto sebesar Rp 20,30 triliun. Laba bruto itu tumbuh 7,6% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 18,86 triliun.

Perseroan membukukan kenaikan beban penjualan dan distribusi menjadi Rp 16,55 triliun hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 15,04 triliun.

Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,7 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,57 triliun. Beban lainnya turun menjadi Rp 67,38 miliar hingga September 2025 dari September 2024 sebesar Rp 76,80 triliun.

 

 

Aset Perseroan

Pendapatan lainnya naik menjadi Rp 980,82 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 924,61 miliar.

Laba usaha perseroan susut 4,73% menjadi Rp 2,95 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,10 triliun. Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 3,49% menjadi Rp 2,31 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,39 triliun.

Seiring kinerja itu, perseroan membukukan laba per saham diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 55,75 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 57,77.

Total ekuitas naik menjadi Rp 18,61 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 17,69 triliun. Liabilitas bertambah menjadi Rp 21,40 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 21,10 triliun.

Aset naik menjadi Rp 40,02 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 38,7 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 3,77 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 4,84 triliun.