Harga Saham CDIA 4 November 2025 Merosot 3,25%

Berikut pergerakan harga saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) pada Selasa, (4/11/2025).

Diterbitkan 05 November 2025, 06:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) bergejolak pada perdagangan Selasa, (5/11/2025). Saham CDIA sempat menguat pada awal sesi perdagangan, dan ditutup di zona merah.

Berdasarkan data RTI, harga saham CDIA merosot 3,25% ke posisi Rp 1.785 per saham. Harga saham CDIA dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 1.855 per saham. Saham CDIA berada di level tertinggi Rp 1.870 dan level terendah Rp 1.770 per saham. Total frekuensi perdagangan 36.888 kali dengan volume perdagangan 1.465.267 saham. Nilai transaksi harian Rp 266,9 miliar. Kapitalisasi pasar saham CDIA tembus Rp 222,82 triliun.

Dalam lima hari terakhir, harga saham CDIA naik 1,71%. Selain itu, secara year to date, harga saham CDIA melompat 597,27%, demikian mengutip dari data Google Finance.

Adapun koreksi saham CDIA yang terjadi Selasa pekan ini di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah. IHSG sempat bergerak di zona hijau kemudian berbalik arah ke zona merah.

IHSG pun ditutup turun 0,40% ke posisi 8.241,91. Indeks LQ45 merosot 0,25% ke posisi 841,83. Sebagian besar indeks saham acuan memerah. Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.317,07 dan level terendah 8.225,91.

Sebanyak 439 saham melemah sehingga bebani IHSG. 207 saham menguat dan 165 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.344.681 kali dengan volume perdagangan 28,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 19,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.692.

Kinerja Keuangan CDIA Kuartal III 2025

Sebelumnya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan lonjakan laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu ini mencatat laba bersih sebesar USD 83,5 juta atau sekitar Rp 1,38 triliun, naik 269,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 22,6 juta.

Peningkatan laba tersebut ditopang oleh ekspansi agresif di seluruh lini bisnis serta penguatan struktur modal dan likuiditas setelah perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2025.

Direktur CDIA, Jonathan Kandinata, menyebut capaian itu mencerminkan semakin solidnya fundamental dan efektivitas strategi pasca-IPO.

"Laba bersih mencapai USD 83,5 juta, didukung operasional yang tangguh dan pertumbuhan portofolio yang berkelanjutan. Liquidity pool kami sebesar USD 705,4 juta, yang diperkuat melalui pinjaman baru dari BTN, meningkatkan kapasitas investasi dan pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (3/11/2025).

Dari sisi pendapatan, CDIA membukukan pendapatan bersih USD 104,8 juta pada sembilan bulan 2025, tumbuh 42% dibandingkan USD 73,8 juta pada periode yang sama tahun lalu. 

 

Aset CDIA

Segmen logistik menjadi pendorong utama dengan peningkatan pendapatan hingga 14 kali lipat dari USD 1,8 juta menjadi USD 24,6 juta. Sementara segmen energi mencatat USD 76 juta, naik 11% year-on-year, dan segmen pelabuhan serta penyimpanan meningkat 18,5% menjadi USD 4,2 juta.

Dari sisi profitabilitas, margin laba bersih melonjak tajam menjadi 79,7% dari 30,6% pada periode yang sama tahun lalu, sementara margin EBITDA naik dari 27,6% menjadi 73,3%. Laba kotor perusahaan juga meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi USD 24 juta.

Secara keuangan, total aset CDIA per September 2025 mencapai USD 1,6 miliar, naik 48,1% dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar USD 1,08 miliar. Ekuitas meningkat 52,9% menjadi USD 1,15 miliar, sedangkan total liabilitas tercatat USD 449,6 juta. Posisi kas dan setara kas serta surat berharga meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi USD 705,4 juta dari USD 315,6 juta pada akhir tahun lalu.

Â