Emiten PWON Raup Pendapatan Rp 5,11 Triliun hingga September 2025

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatat pendapatan tumbuh 6,9% dan laba naik 3,8% hingga September 2025.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih hingga September 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (29/10/2025), PT Pakuwon Jati Tbk meraup pendapatan Rp 5,11 triliun hingga September 2025, naik 6,9% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,78 triliun.

Seiring kenaikan pendapatan itu, perseroan mencatat laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,72 triliun hingga September 2025. Laba itu tumbuh 3,8% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,66 triliun.

Perseroan mencatat beban pokok pendapatan tumbuh 10,15% menjadi Rp 2,27 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,06 triliun.

Seiring hal itu, laba kotor perseroan tumbuh 4,47% menjadi Rp 2,83 triliun hingga September 2025. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan meraup laba kotor Rp 2,71 triliun.

Beban penjualan naik menjadi Rp 247,72 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 196,47 miliar. Beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp 423,52 miliar dari kuartal III 2024 sebesar Rp 413,09 miliar.

Beban keuangan turun menjadi Rp 269,48 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 281,97 miliar. Perseroan membukukan penghasilan bunga naik menjadi Rp 446,73 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 430,86 miliar.

Perseroan mencatat keuntungan instrumen keuangan derivatif sebesar Rp 1,26 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 24,67 miliar. Selain itu, perseroan mencatat keuntungan tender offer obligasi sebesar Rp 30,400 miliar hingga kuartal III 2025.

 

Aset Emiten PWON

Laba bersih periode berjalan tercatat naik 8,48% menjadi Rp 2,12 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,95 triliun. Seiring kinerja itu, perseroan membukukan laba per saham naik menjadi Rp 35,85 hingga kuartal III 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 34,52.

Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 26,23 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 24,74 triliun. Liabilitas turun menjadi Rp 9,83 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 10,62 triliun.

Aset perseroan naik menjadi Rp 36,07 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 35,37 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas turun menjadi Rp 7,01 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 9,15 triliun.

Menkeu Purbaya Ramal IHSG Tembus Rekor Baru

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menembus rekor baru di akhir 2025 ini hingga 10 tahun mendatang.

"Akhir tahun ini (IHSG) berapa? 9.000. 10 tahun ke depan berapa? 32.000," kata Purbaya dalam kegiatan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia beberapa waktu lalu.

Purbaya menyatakan, proyeksinya itu bukan hanya perhitungan asal, melainkan mengacu pada tren historis dalam 25 tahun terakhir. Menurutnya, indeks dapat tumbuh hingga empat sampai lima kali lipat dalam satu proses siklus bisnis. Dia yakin tren perilaku sistem ini tidak akan berubah ke depannya.

"Jadi, saya bukan tebak-tebak manggis, bukan bertapa. Itu hitungan ekonomi yang ada persamaan matematikanya," tambah dia.

Tren IHSG Bawa Optimisme

Menkeu yakin pendapatnya itu diperkuat oleh tren IHSG saat ini yang masih berada pada level 8.000, meski sebelumnya sempat diprediksi akan hancur. Investor, kata dia, secara aktif menganalisis arah kebijakan yang disampaikan oleh pemerintah, termasuk dirinya sebagai Menteri Keuangan, sebagai landasan dalam menentukan portofolio saham mereka.

Oleh karena itu, dia terus berupaya menanamkan optimisme kepada investor.

"Indeks to the moon, saya bilang. Itu menciptakan optimisme juga," ucapnya.

Â