Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 104,27 juta atau sekitar Rp 1,73 triliun (asumsi kurs Rp 16.620 per dolar AS) hingga kuartal III 2025. Angka tersebut turun 22,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 133,99 juta atau Rp 2,22 triliun.
Melansir laporan keuangan Perseroan pada keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/10/2025), pendapatan PGEO mengalami peningkatan 4,19% secara tahunan menjadi USD 318,86 juta pada periode yang berakhir 30 September 2025, dibandingkan USD 306,02 juta pada kuartal III 2024.Â
Adapun kenaikan beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya yang lebih tinggi, yakni 16,83% yoy menjadi USD 140,21 juta dari sebelumnya USD 120,01 juta, membuat laba bruto perusahaan terkoreksi 3,95% yoy menjadi USD 178,64 juta.
Advertisement
Dari sisi operasional, beban umum dan administrasi juga meningkat dari USD 15,02 juta menjadi USD 21,16 juta. Selain itu, PGEO mencatat rugi selisih kurs sebesar USD 10,22 juta pada kuartal III 2025, berbalik arah dari laba selisih kurs sebesar USD 13,05 juta yang diraih pada periode yang sama tahun lalu.
Kontributor pendapatan terbesar berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dengan raihan USD 116,03 juta, disusul Ulubelu sebesar USD 91,34 juta, Lahendong USD 62,38 juta, Lumut Balai USD 40,93 juta, dan Karaha USD 7,72 juta.
Pada sisi neraca, PGEO mencatat total aset sebesar USD 2,96 miliar dan liabilitas USD 957,39 juta per kuartal III 2025, dengan ekuitas mencapai USD 2 miliar. Sementara itu, kas dan setara kas akhir periode tercatat sebesar USD 628,12 juta, sedikit menurun dibandingkan posisi USD 657,64 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Â
  Â
Â
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Tambah 1,5 Juta Saham Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4508845/original/037118000_1689862058-PGE_-_Foto_Area_Lahendong_Pertamina_Geothermal_Energy.jpeg)
Sebelumnya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melakukan penambahan saham baru sebanyak 1,5 juta saham, hasil pelaksanaan opsi Management and Employee Stock Option Program (MESOP).
Total ada lebih dari 1,5 juta saham baru yang ditambahkan lewat pelaksanaan opsi MESOP I, II dan III.
"Sehubungan dengan adanya permohonan penerbitan saham baru hasil pelaksanaan opsi MESOP dari PT Pertamina Geothermal Energy Tbk per 29 September 2025, bersama ini kami sampaikan bahwa pada tanggal 30 September 2025 telah diterbitkan saham baru hasil pelaksanaan opsi MESOP sejumlah 1.560.999 saham," jelas PGEO dalam keterbukaan informasi, Rabu (1/10/2025).
Dengan adanya penambahan ini, total saham perseroan bertambah dari sebelumnya 41.806.525.597 saham menjadi 41.808.086.596 saham.
Penambahan 1,5 juta saham baru ini dilaksanakan lewat tiga tahap. Melalui pelaksanaan opsi MESOP tahap I sebanyak 43.000 saham, pelaksanaan opsi MESOP tahap II 1.032.253 saham, dan pelaksanaan opsi MESOP tahap III 485.746 saham.
Â
Â
Â
Advertisement
Serap Panas Bumi di Ulubelu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4513879/original/022701400_1690279822-PGE_-_Foto_PLTP_Area_Kamojang.jpeg)
Sebelumnya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk juga telah melakukan groundbreaking pemanfaatan panas bumi untuk memproduksi energi hijau dalam bentuk hidrogen di Ulebelu, Lampung.
Dengan target produksi 100 kg hidrogen per hari pada November 2026, hasil produksi tidak hanya akan dimanfaatkan oleh Pertamina Group, tapi juga mitra eksternal seperti Toyota untuk pengembangan kendaraan berbahan bakar hidrogen.
Proyek pilot hidrogen hijau di Ulubelu bertujuan sebagai tempat uji kelayakan komersial. Mulai dari biaya, efisiensi teknologi, hingga model bisnis. Meskipun biayanya kini lebih tinggi ketimbang hidrogen fosil (grey hidrogen), upaya peningkatan skala dan kebijakan diharapkan menurunkan biaya hidrogen hijau agar lebih kompetitif.
Pemilihan Ulubelu bukan tanpa alasan. Infrastruktur panas bumi yang sudah mapan, pasokan listrik bersih yang stabil, ketersediaan cooling tower untuk kondensat, serta posisi yang dekat dengan jalur distribusi Sumatera-Jawa membuat lokasi ini cocok untuk menguji integrasi hidrogen ke jaringan energi dan pasar industri.
Â
Tonggak Sejarah Bangsa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4377866/original/016208200_1680190645-PGE_-_Ilustrasi_WKP_Lahendong.jpeg)
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri melihat langkah ini sebagai tonggak sejarah bukan hanya bagi perusahaan, tapi juga untuk bangsa.
"Dari Ulubelu, kita menunjukkan kepada dunia bahwa transisi energi bisa diwujudkan dengan mengandalkan kekuatan energi bersih dari tanah air sendiri," kata Simon beberapa waktu lalu.
Harapannya, Ulubelu tidak lagi hanya dikenal sebagai penghasil listrik dari panas bumi, melainkan juga sebagai pionir energi hijau Indonesia. Dari perut bumi, lahir energi masa depan yang diharapkan mampu memperkuat arah transformasi portofolio energi bersih nasional
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3398545/original/042356000_1615390274-Geothermal__2_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258069/original/058566900_1781312784-AP26162502155547.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4274409/original/021986200_1672159993-8f557a33-f781-40cd-8613-36073eb01c65.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487883/original/066756000_1769682062-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267162/original/045706800_1602658744-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267160/original/026445700_1602658743-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-3.jpg)