BNBR Siap Kuasai Saham Cimanggis Cibitung Tollways

Setelah transaksi rampung, BNBR melalui Bakrie Toll Indonesia akan menggenggam 95% saham Cimanggis Cibitung Tollways.

Diterbitkan 08 September 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menguasai penuh kepemilikan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), pengelola ruas tol Cimanggis–Cibitung. Langkah ini dilakukan melalui anak usahanya, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,56 triliun.

Dikutip dari keterbukaan informasi yang dilaporkan ke BEI, Senin (8/9/2025), perseroan menyebut Bakrie Toll Indonesia akan membeli 72 juta saham atau 90% kepemilikan Cimanggis Cibitung Tollways yang saat ini dipegang PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan PT Waskita Toll Road.

Nilai akuisisi saham tersebut mencapai Rp 1 triliun. Selain itu, Bakrie Toll Indonesia juga akan mengambil alih piutang pemegang saham senilai Rp 2,56 triliun.

Setelah transaksi rampung, BNBR melalui BTI akan menggenggam 95% saham Cimanggis Cibitung Tollways. Ditambah dengan kepemilikan langsung BNBR sebesar 5%, perusahaan akan menguasai 100% saham Cimanggis Cibitung Tollways.

Pinjaman Jumbo

Untuk mendukung akuisisi ini, BTI akan memperoleh fasilitas pinjaman senilai USD 312 juta atau sekitar Rp 5,14 triliun dari ADH Jackpot SPV Limited, perusahaan investasi asal Uni Emirat Arab. Dana tersebut juga akan digunakan untuk kebutuhan bridging loan, pembayaran bunga, hingga konversi pinjaman pemegang saham.

Sebagai jaminan, BNBR dan entitas anak PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) akan menggadaikan saham BTI serta memberikan corporate guarantee.

 

Strategi Jangka Panjang

BNBR menilai akuisisi ini sebagai langkah strategis memperkuat posisi di bisnis infrastruktur jalan tol. Meski CCT saat ini memiliki liabilitas besar akibat beban bunga, perseroan optimistis ruas tol Cimanggis–Cibitung memiliki prospek cerah.

Tol ini merupakan bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2) yang terhubung dengan kawasan industri, logistik, dan perumahan di timur Jabodetabek.

“Prospek jangka panjang CCT menjanjikan karena dapat menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) di masa depan,” tulis manajemen BNBR dalam keterbukaan informasi.

Untuk mengoptimalkan nilai tambah, BNBR akan fokus menjaga standar pelayanan minimum agar tarif tol dapat naik sesuai jadwal, mengendalikan biaya operasional, serta mengembangkan rest area sebagai sumber pendapatan baru.

 

RUPSLB Digelar

Karena nilai transaksi ini tergolong material, BNBR akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 8 September 2025.

Manajemen menegaskan akuisisi CCT akan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.