First Resources Gelar Penawaran Tender Saham ANJT, Segini Harganya

First Resources Limited akan mengambil alih maksimal 207.649.166 saham TAPG dengan nilai nomimal Rp 100 per saham saat penawaran tender wajib.

Diperbarui 25 Agustus 2025, 08:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - First Resources Limited akan menggelar penawaran tender wajib terhadap saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) yang dimiliki oleh pemegang saham yang berhak.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/8/2025), First Resources Limited akan mengambil alih maksimal 207.649.166 saham TAPG atau sekitar 6.19% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nomimal Rp 100 per saham. Tender wajib akan dilakukan pada 26 Agustus-24 September 2025.

Pelaksanaan tender wajib ini dilakukan seiring pada 6 Mei 2025, pengendali baru dalam hal ini First Resources Limited telah akuisisi 3.057.981.688 atau setara 91,17% saham ANJT dari PT Austindo Kencana Jaya, PT Memimpin Dengan Nurani, Sjakon George Tahija, dan George Santosa Tahija.

“Sesuai dengan POJK Nomor 9/2018, setelah pelaksanaan pengambilalihan tersebut, pengendali baru wajib melakukan penawaran tender wajib,” demikian seperti dikutip.

First Resources Limited menetapkan harga penawaran tender wajib sebesar Rp 1.813 per saham.  Adapun harga saham ANJT itu lebih tinggi dari harga pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Agustus 2025 di Rp 1.765 per saham.

Hal ini seiring saat transaksi pengambilalihan yang dilaksanakan pada 6 Mei 2025, harga pembelian saham ANJT oleh First Resources Limited sebesar Rp 1.813 per saham. 

 

Alasan Penawaran Tender Wajib

Hal itu sesuai ketentuan dalam POJK Nomor 9/2018, harga penawaran tender wajib ditetapkan sebesar Rp 1.813 per saham.

Adapun nilai penawaran tender wajib itu maksimal Rp 376,93 miliar. Pengendali baru menyatakan memiliki dana yang cukup untuk melakukan penyelesaian dan pembayaran sehubungan dengan penawaran tender wajib ini.

"Penawaran tender wajib ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pemegang saham yang berhak untuk menjual sahamnya kepada pengendali baru pada harga penawaran tender wajib,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Adapun First Resources Limited dalam hal ini menjadi pengendali baru berencana memperluas perkebunan kelapa sawit dan meningkatkan ketersediaan bahan baku untuk mendukung operasi hulir yang semakin berkembang.

 

 

Langkah Pengendali Baru

Pengambilalihan terhadap Perseroan oleh pengendali baru merupakan bagian dari strategi integrasi vertikal dalam grup usaha.

Perseroan diharapkan melakukan peran kunci sebagai salah satu penyedia bahan baku utama untuk kegiatan usaha hulir yang tengah berkembang di dalam grup.

Setelah akuisisi tersebut, First Resources Limited merencanakan langkah-langkah untuk memperkuat posisi strategis Perseroan:

a.Perluasan area perkebunan kelapa sawit melalui penjajakan akuisisi

b.Peremajaan tanaman tidak produktif pada kebun yang telah ada menggunakan benih unggul untuk meningkatkan yield tandan buah segar (TBS) per hektar dan memperpanjang siklus produktif kebun

 

 

Meningkatkan Infrastruktur

c.Peningkatan infrastruktur dan logistik kebun, termasuk optimalisasi jalur distribusi internal dari kebun ke pabrik pengolahan dan pengembangan fasilitas pendukung

d.Integrasi operasional dengan fasilitas pengolahan di segmen hilir milik grup usaha melalui sinkronisasi jadwal panen dan pengiriman bahan baku untuk memastikan kontinuitas pasokan dan efisiensi biaya.

“Dengan pelaksanaan rencana tersebut, Pengendali Baru bertujuan untuk mendorong pertumbuhan operasional Perseroan secara menyeluruh dan meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui efisiensi dan kesinambungan pasokan dalam satu ekosistem usaha yang terintegrasi,”