Saham Elnusa Sentuh Level Tertinggi dalam 8 Tahun Terakhir

Direktur Keuangan Elnusa, Stanley Iriawan menyatakan, kinerja saham yang positif dalam lima tahun terakhir ini mencerminkan respons pasar yang baik atas strategi pertumbuhan.

Diperbarui 14 Agustus 2025, 19:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina menunjukkan kinerja saham yang kuat dalam lima tahun terakhir.

Dari 2021 hingga Juli 2025, harga saham dan kapitalisasi pasar ELSA terus mengalami pertumbuhan stabil, meski pasar modal diwarnai fluktuasi.

Pada akhir 2021, harga saham ELSA berada di Rp276 per lembar lebih rendah dari harga saat IPO pada 2008 yang sebesar Rp400 dan lama berada di posisi undervalue. 

Namun, tren positif mulai terlihat pada 2022, ketika harga naik menjadi Rp 312 atau tumbuh 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Momentum ini berlanjut pada 2023 dengan kenaikan ke Rp 388 per lembar atau tumbuh 24%, serta kapitalisasi pasar naik dari Rp 2,28 triliun menjadi Rp2,83 triliun.

Pada 2024 menjadi salah satu pencapaian besar Elnusa. Pada Juni, harga saham sempat menyentuh Rp545 per lembar, dengan kapitalisasi pasar menembus Rp3,46 triliun. Tren kenaikan kembali berlanjut pada 2025. Pada Juli harga mencapai Rp 550, tertinggi dalam delapan tahun terakhir.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 14 Agustus 2025, harga saham ELSA ditutup stagnan di posisi Rp 484 per saham. Harga saham ELSA berada di level tertinggi Rp 488 dan terendah Rp 480 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.900 kali dengan volume perdagangan 104.038 saham. Nilai transaksi Rp 5 miliar.

 

 

 

Upaya Elnusa

Direktur Keuangan Elnusa, Stanley Iriawan mengapresiasi kepercayaan pasar terhadap ELSA. 

"Kinerja saham yang positif dalam lima tahun terakhir ini mencerminkan respons pasar yang baik atas strategi pertumbuhan dan penguatan fundamental perusahaan. Kami terus berupaya menjaga struktur permodalan yang sehat, mengoptimalkan kinerja operasional, dan mengelola risiko secara bertanggung jawab untuk mempertahankan kepercayaan investor," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/8/2025).

Stanley melanjutkan, Perseroan memahami pasar modal sangat dinamis. Oleh karena itu, keberhasilan mempertahankan tren positif ini adalah hasil kerja sama seluruh tim di Elnusa dalam menjaga disiplin eksekusi strategi bisnis, efisiensi, serta inovasi layanan. 

"Ke depan, kami akan terus fokus memperkuat daya saing dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham,” ujar dia.

 

Perkuat Sinergi

Selain itu, Elnusa aktif memperkuat sinergi dengan BUMN lain untuk memperluas peluang usaha, menjalin kerja sama strategis, dan meningkatkan efisiensi rantai pasok. Perusahaan juga mengoptimalkan belanja modal (capex) untuk mendukung perannya sebagai penyedia jasa energi, baik untuk Pertamina maupun di luar lingkup Pertamina.

Dari sisi pendanaan, Elnusa mendapat dukungan kuat dari sektor perbankan, menandakan kepercayaan tinggi lembaga keuangan terhadap prospek bisnisnya. Perusahaan juga mempercepat penerapan sistem digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan data, dan kualitas layanan.

Dengan strategi adaptif, manajemen risiko yang hati-hati, dan eksekusi operasional yang solid, Elnusa berhasil mempertahankan minat investor. Konsistensi kinerja ini mengukuhkan posisi Elnusa sebagai emiten jasa energi terintegrasi dengan prospek jangka panjang yang menjanjikan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.