Trump Serang Industri Chip: Jepang Terpukul, Korea dan Taiwan Diuntungkan

Kebijakan Trump soal tarif chip picu tekanan di Jepang, tapi jadi peluang bagi raksasa Korea dan Taiwan yang berinvestasi di AS.

Diterbitkan 07 Agustus 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasar saham semikonduktor Asia bergerak beragam pada Kamis (7/8/2025) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana tarif 100% untuk impor chip. Kebijakan ini dikecualikan bagi perusahaan yang membangun pabrik di Amerika Serikat (AS).

Namun sejauh ini, detail soal syarat pembebasan tarif untuk industri chip ini masih belum jelas.

Dikutip dari CNBC, Kamis (7/8/2025), saham raksasa semikonduktor Jepang, Tokyo Electron, sempat anjlok lebih dari 5% sebelum memangkas kerugian dan diperdagangkan 2,9% lebih rendah, menurut data LSEG.

Saham-saham lain seperti Renesas Electronics dan Advantest juga tertekan, masing-masing turun 4% dan 3,3%.

Sebaliknya, saham Samsung Electronics justru naik 2,47%, dan SK Hynix berhasil bangkit setelah sempat melemah.

Menurut pejabat perdagangan Korea Selatan, Yeo Han-koo, kedua perusahaan tampaknya dibebaskan dari tarif karena aktivitas produksi mereka di AS.

Di Taiwan, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) menguat lebih dari 4% pada awal sesi perdagangan. Raksasa chip ini sebelumnya telah mengumumkan investasi besar-besaran di AS, termasuk tiga pabrik baru di Arizona senilai total USD165 miliar.

 

Tarif Besar Tapi Masih Abu-abu

"Tarif akan sangat besar untuk cip dan semikonduktor," ujar Trump dari Ruang Oval, Rabu (6/8/2025).

Namun, ia menegaskan bahwa perusahaan seperti Apple yang membangun di AS tidak akan dikenai tarif. “Jika Anda membangun di Amerika Serikat, tidak akan ada biaya,” kata Trump.

Kendati begitu, Ernie Tedeschi dari Yale University mengingatkan bahwa “masalahnya ada pada detailnya.” Hingga kini belum ada kerangka kerja jelas tentang implementasi tarif ini.

 

Dampak Jangka Panjang Masih Terbuka

Analis saham ORTUS Advisors Andrew Jackson menyebut, meski industri semikonduktor Jepang terguncang dalam jangka pendek, kebijakan ini bisa menjadi peluang. Pasalnya, banyak produsen cip global sangat bergantung pada peralatan buatan Jepang untuk memperluas produksi di AS.

Daniel Newman, CEO The Futurum Group, menyebut raksasa seperti Apple, Nvidia, dan TSMC sebagai "pemenang besar" dalam skenario ini.

"Inilah kemenangan besar yang diinginkan Presiden Trump," ujarnya.

Namun, Newman menambahkan, perusahaan kecil mungkin akan kesulitan karena tidak punya skala dan pengaruh untuk menegosiasikan pengecualian.