4 Tahun Penantian, Perusahaan Kripto Galaxy Digital Akhirnya Debut di Nasdaq

Galaxy Digital, yang telah diperdagangkan di Bursa Efek Toronto sejak tahun 2020, mengalihkan sahamnya ke Nasdaq melalui pencatatan langsung.

Diterbitkan 18 Mei 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan kripto milik Mike Novogratz, Galaxy Digital telah memulai perdagangan di bursa saham Nasdaq pada hari Jumat (16/5) dengan kode saham GLXY.

Melansir CNBC International, Minggu (17/5/2025) saham tersebut dibuka pada harga USD 23,50 per lembar di bursa saham AS. Galaxy Digital, yang telah diperdagangkan di Bursa Efek Toronto sejak tahun 2020, mengalihkan sahamnya ke Nasdaq melalui pencatatan langsung.

Novogratz mengungkapkan bahwa nilai Galaxy sekarang bergantung pada pertumbuhan tinggi di dua sektor, yakni kripto dan kecerdasan buatan.

"Ini adalah dua area pertumbuhan yang paling menarik di pasar, benar. AI dan infrastruktur yang dibutuhkan agar AI ada dan kripto akhirnya ... di ambang adopsi institusional," katanya.

"Kami telah membangun perusahaan kami untuk momen ini, jadi saya sangat gembira," tuturnya.

"Kami adalah perusahaan pusat data dan perusahaan kripto," ucapnya.

Pencatatan Galaxy Digital di Nasdaq terjadi setelah empat tahun penundaan regulasi, menghabiskan lebih dari USD 25 juta dan bertahan dalam sembilan putaran komentar dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS, menurut Novogratz.

"Seharusnya memakan waktu paling lama, 90 hari, bertambah menjadi 1.320," bebernya.

"Jika kami berada di pasar AS selama empat tahun itu, kami akan menjadi perusahaan yang berbeda," tambahnya.

Pencatatan tersebut sekaligus mengikuti debut Nasdaq eToro yang sukses minggu ini, yang menandakan minat investor baru terhadap perusahaan yang berdekatan dengan kripto setelah bertahun-tahun kehati-hatian regulasi.

Coinbase jadi Perusahaan Kripto Pertama Masuk Indeks Saham S&P 500

Bursa kripto Coinbase Global (COIN) akan segera terdaftar bursa saham ternama di Amerika Serikat (AS), Standard and Poor’s 500 (S&P 500) pada 19 Mei 2025. Langkah tersebut akan menjadikan Coinbase sebagai perusahaan kripto pertama dan satu-satunya yang berhasil masuk ke dalam bursa tersebut.

Mengutip Cointelegprah, Selasa (13/5/2025) S&P Global mengungkapkan bahwa Coinbase akan menggantikan Discover Financial Services (DFS), yang baru-baru ini diakuisisi oleh Capital One Financial Corp (COF).

Kepala keuangan Coinbase, Alesia Haas, mengatakan bahwa pendaftaran perusahaan di bursa S&P 500 menandai tonggak sejarah bagi Coinbase dan industri kripto yang lebih luas.

"Bergabung dengan indeks bergengsi ini mencerminkan seberapa jauh Coinbase dan industri telah berkembang dan merupakan sinyal ke mana dunia sedang menuju," tuturnya.

 

Bakal Naikkan Permintaan Saham

Bursa kripto tersebut juga telah bergabung dengan Tesla (TSLA) dan Block Inc. (SQ) sebagai pemegang Bitcoin korporat besar yang saat ini berada dalam dana indeks tersebut.

Masuknya Coinbase dalam S&P 500 akan meningkatkan permintaan sahamnya karena dana indeks dan dana yang diperdagangkan di bursa yang melacak S&P 500 harus membeli saham COIN untuk mencerminkan indeks tersebut.

Saham Coinbase langsung naik 8,8% menjadi USD 225,4 dalam perdagangan setelah jam kerja menyusul pengumuman tersebut, menurut data Google Finance. Perusahaan tersebut juga mengakhiri hari perdagangan dengan kenaikan 4%, sehingga kapitalisasi pasarnya menjadi USD 52,8 miliar.