Sukses

Emiten Tommy Soeharto Humpuss Maritim Internasional Tebar Dividen Rp 18 Miliar

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) membagikan dividen 2023 dari 11,4% laba bersih.

Liputan6.com, Jakarta - PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) akan membagikan dividen kepada pemegang saham senilai Rp 18,04 miliar atau setara dengan Rp 1 per saham. Dividen tersebut mencakup 11,4% laba bersih setelah pajak yang menjadi hak pemilik entitas induk pada tahun buku 2023.

Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk, Tirta Hidayat menyampaikan rencana pembagian dividen itu sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023 HUMI pada Jumat, 14 Juni 2024. Di mana perseroan memutuskan pembagian dividen USD 1,18 juta.

Selanjutnya, sisa laba bersih Perseroan setelah dikurangi pembagian dividen dan cadangan akan dicatat dalam saldo laba ditahan sebesar USD 9,21 juta untuk membiayai pengembangan usaha HUMI ke depannya.

"Pembagian dividen tunai dijadwalkan pada tanggal 15 Juli 2024," ungkap Tirta dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (19/6/2024).

Pada 2023, emiten terafiliasi Tommy Soeharto itu membukukan pendapatan USD 106,38 juta, naik 16,22% dibandingkan pencapaian 2022 sebesar USD 91,53 juta. Dari raihan itu, HUMI mencatatkan laba tahun berjalan USD 12,69 juta pada 2023, tumbuh 15,94% dari laba 2022.

HUMI menargetkan pertumbuhan laba dan aset sekitar 20% pada 2024. Bersamaan dengan itu, perusahaan menyiapkan sejumlah rencana ekspansi seperti penambahan armada kapal hingga perluasan pasar.

Tirta menjabarkan, peningkatan permintaan atas Offshore Supply Vessel (OSV) menawarkan peluang yang menjanjikan bagi perusahaan, yang mewajibkan perolehan kapal tambahan untuk memenuhi kebutuhan industri. Sepanjang 2023, perusahaan telah berhasil menambahkan 4 kapal baru ke armadanya, dengan rencana ambisius untuk melanjutkan laju pertumbuhannya.

"Untuk memenuhi kebutuhan pasar, pada 2024, HUMI berencana menambah 9 kapal, terdiri dari 3 kapal kimia, 1 kapal LNG, dan 5 kapal Tugboat. Kebutuhan ini disesuaikan dengan permintaan pasar, di mana ketiga jenis kapal tersebut saat ini sangat diminati di Indonesia," ungkap dia.

Hingga akhir Mei 2024, perseroan telah merealisasikan 2 kapal chemical dan 2 kapal harbour tug. Keempat kapal tersebut telah beroperasi penuh dan melayani pelanggan sesuai dengan segmen jenis kapalnya.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Berapa Target Laba Humpuss Maritim Internasional pada 2024?

Sebelumnya, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menargetkan pertumbuhan laba 20,50 persen pada 2024. Pertumbuhan itu akan didorong oleh peningkatan pendapatan dari segmen bisnis transportasi bahan kimia.

Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk, Tirta Hidayat mengatakan perseroan berencana untuk memperluas pangsa pasar di segmen bahan kimia dengan mengimplementasikan strategi pengembangan armada kapal yang telah dirancang. Hal itu guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.

"Di 2024 kurang lebih naik sekitar 20 persen (target) laba bersihnya. Untuk pendapatan juga naik sekitar angka yang kurang lebih sama di kisaran 20 persen," kata Tirta dalam paparan publik insidentil, Senin (26/2/2024).

Untuk mencapai target tersebut, perseroan telah mempersiapkan sejumlah strategi di antaranya meningkatkan pertumbuhan di luar instansi pemerintah.

Saat ini, portofolio klien perusahaan secara dominan terdiri dari entitas pemerintah, dengan 80 persen klien yang diwakili oleh lembaga seperti Pertamina, Pelindo, dan PLN. Tujuan strategisnya adalah untuk meningkatkan portofolio ini dengan secara aktif mengejar dan menjalin kemitraan dengan organisasi sektor swasta, sehingga komposisinya menjadi lebih seimbang.

"Perluasan klien sektor swasta bergantung pada upaya proaktif untuk menjangkau pelanggan internasional, membina kemitraan global, dan mendiversifikasi basis klien untuk pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar  Tirta.

 

3 dari 4 halaman

Bidik Ekspansi Usaha

Selanjutnya, guna memperluas jaringan klien, perseroan menargetkan ekspansi usaha secara internasional. Setelah kerja sama selama lebih dari 30 tahun dengan perusahaan perusahaan besar Jepang, pada 2023 perseroan melakukan perluasan kerja sama internasional dengan perusahaan Amerika Serikat.

"Mulai tahun 2024, perseroan menargetkan ekspansi ke negara-negara Timur Tengah. Perluasan operasi lepas pantai dan eksplorasi lapangan baru di Timur Tengah diperkirakan akan menjadi pendorong utama permintaan kapal, karena mereka memainkan peran penting dalam mengangkut bahan dan sumber daya penting untuk produksi lepas pantai," imbuh Tirta.

Pasar kapal di Timur Tengah mengalami pertumbuhan yang kuat, dengan Proyeksi Tingkat Pertumbuhan Tahunan Gabungan (CAGR) sebesar 6,50 persen. Pertumbuhan ini diperkirakan mendorong nilai pasar hingga mencapai angka yang mengesankan sebesar USD 32,92 miliar pada 2028.

 

4 dari 4 halaman

Humpuss Maritim Internasional Beli Kapal Tunda Rp 4,5 Miliar

Sebelumnya, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menambah kepemilikan satu kapal tunda (Tug Boat) senilai Rp 4,5 miliar.  Transaksi ini dilakukan pada 17 November 2023. 

Direktur Utama Humpuss Maritim Internasional Tirta Hidayat mengatakan, kapal tersebut dibeli dari PT Kemas Material Sejahtera Lestari oleh anak usaha Perseroan.

"Nilai perolehan atas satu unit kapal adalah sebesar Rp 4,5 miliar," ujar dia dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (22/11/2023).

Sebagaimana diketahui, penjual dari kapal tersebut adalah PT Kemas Sejahtera Lestari, sebuah perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum negara Indonesia dan berdomisili di Jakarta, bukan merupakan afiliasi dari Perseroan. 

Sedangkan, pembeli atas kapal yaitu PT Humpuss Transportasi Curah merupakan entitas anak Perseroan dan perusahaan terkendali Perseroan dengan kepemilikan langsung sebanyak 99,9 persen. 

Dengan demikian, ia menjelaskan, transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi atau fakta material tersebut sebagaimana didefinisikan di dalam peraturan terhadap kegiatan operasional, Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 hukum, kondisi Keuangan atau tentang transaksi afiliasi dan benturan kelangsungan usaha emiten atau perusahaan publik kepentingan.

"Pembelian kapal dilakukan untuk pengembangan usaha anak perusahaan Perseroan," ujar dia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini