Sukses

10 Saham Catat Penguatan Terbesar pada 28 November-2 Desember 2022, Ada SINI hingga IPAC

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan 28 November-2 Desember 2022. Sentimen global seperti kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) masih menekan laju IHSG pada pekan ini.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (4/12/2022), IHSG turun 0,48 persen ke posisi 7.019,63 pada 28 November-2 Desember 2022. Pada pekan lalu, IHSG berada di posisi 7.053,15. Kapitalisasi pasar bursa naik 0,30 persen menjadi Rp 9.512,96 triliun. Kapitalisasi pasar bertambah Rp 28,3 triliun dari pekan lalu Rp 9.484,63 triliun.

Pada pekan ini, mayoritas indeks sektor IDX-IC menguat. Hanya empat sektor yang melemah yaitu sektor saham keuangan turun 0,96 persen, sektor saham teknologi merosot 10,71 persen, sektor saham infrastruktur tergelincir 1,4 persen dan sektor saham transportasi merosot 0,26 persen.

Sementara itu, sektor saham yang menguat antara lain sektor saham energi bertambah 4,38 persen, sektor saham basic naik 0,31 persen, sektor saham industri menguat 0,43 persen, dan sektor saham nonsiklikal mendaki 1,14 persen. Selain itu, sektor saham siklikal menanjak 0,34 persen, sektor saham kesehatan melesat 3,27 persen, dan sektor saham properti melejit 1,52 persen.

Pada 28 November-2 Desember 2022, investor asing membeli saham Rp 38,77 triliun dan jual saham Rp 39,51 triliun. Dengan demikian, aksi jual bersih saham oleh investor asing mencapai Rp 743,33 miliar selama sepekan. Investor asing melakukan aksi beli saham Rp 78,7 triliun sepanjang 2022.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Laju IHSG

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG masih didominasi oleh sentimen global di antaranya kebijakan moneter the Fed yang masih cenderung agresif hingga 2024. Di sisi lain, dari China dengan merebaknya kasus COVID-19 dan kebijakan zero COVID-19 yang kembali diterapkan.

Untuk pekan depan, ia perkirakan IHSG masih dipengaruhi oleh sentimen global seiring perkembangan kebijakan moneter AS. Ditambah beberapa rilis data ekonomi Indonesia. Herditya menuturkan, pada pekan depan ada sejumlah rilis data ekonomi antara lain rilis data cadangan devisa yang diperkirakan turun tipis. Kemudian indeks harga keyakinan konsumen yang diprediksi naik dan penjualan ritel.

"IHSG pekan depan kami perkirakan masih cenderung sideways dengan support 6.955 dan resist 7.080,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Di tengah koreksi IHSG, sejumlah saham mencatat penguatan terbesar atau top gainers pada 28 November-2 Desember 2022. Saham Singaraja Putra Tbk (SINI) melonjak 69,03 persen, dan pimpin penguatan. Diikuti saham PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) yang menanjak 59,18 persen dan saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) melesat 58 persen.

3 dari 4 halaman

Saham IPAC Melambung Usai Tender Offer

Dalam jajaran top gainers pada pekan ini, ada saham PT Era Graharealty Tbk (IPAC). Saham IPAC melambung 30,51 persen. Hal ini seiring APAC Investment 2 Pte Ltd mengumumkan hasil penawaran tender wajib atau tender offer pada 30 November 2022 sebagai pengendali baru perseroan. Penawaran tender wajib oleh APAC dilaksanakan sejak 18 Oktober 2022-16 November 2022.

Dalam pelaksanaan penawaran tender wajib ini, APAC wajib membeli maksimal 142.699.900 saham. Jumlan saham itu setara 15,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor IPAC setelah penawaran tender wajib.

“Sehubungan dengan telah dilakukannya pengambilalihan perseroan oleh APAC, APAC telah menyelesaikan proses penawaran tender wajib dalam rangka pemenuhan ketentuan dalam POJK Nomor 9/POJK.04/2018,” tulis Presiden Direktur PT Era Graharealty Tbk Darmadi Darmawangsa dalam keterbukaan informasi BEI.

APAC telah membeli 53.394.000 saham saat pelaksanaan penawaran tender wajib ini. Jumlah saham itu mewakilii kurang lebih 5,621 persen modal ditempatkan dan disetor penuh IPAC. Adapun harga penawaran tender wajib Rp 122 per saham.  Dengan demikian dana yang dirogoh untuk tender wajib ini sekitar Rp 6,51 miliar.

Setelah penyelesaian penawaran tender wajib ini, jumlah kepemilikan saham APAC pada IPAC menjadi 860.562.600 saham atau mewakili 90,59 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh IPAC.

4 dari 4 halaman

Top Gainers-Losers pada 28 November-2 Desember 2022

Berikut 10 saham top gainers pada 28 November-2 Desember 2022:

1.PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melonjak 69,03 persen menjadi Rp 955 per saham dari pekan lalu Rp 565 per saham.

2.PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) melonjak 59,18 persen menjadi Rp 1.560 per saham dari pekan lalu Rp 980 per saham.

3.PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) melonjak 58 persen menjadi Rp 79 per saham dari pekan lalu Rp 50 per saham.

4.PT SLJ Global Tbk (SULI) melonjak 40,94 persen menjadi Rp 210 per saham dari pekan lalu Rp 149 per saham.

5.PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) melonjak 35,80 persen menjadi Rp 220 per saham dari pekan lalu Rp 162 per saham.

6.PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) melonjak 34,86 persen menjadi Rp 294 per saham dari pekan lalu Rp 218 per saham.

7.PT Meta Epsi Tbk (MTPS) melonjak 34 persen menjadi Rp 67 per saham dari pekan lalu Rp 50 per saham.

8.PT Era Graharrealty Tbk (IPAC) melonjak 30,51 persen menjadi Rp 154 per saham dari pekan lalu Rp 118 per saham.

9.PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melonjak 30 persen menjadi Rp 312 per saham dari pekan lalu Rp 240 per saham.

10.PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) melonjak 27,12 persen menjadi Rp 75 per saham dari pekan lalu Rp 59 per saham.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS