Sukses

IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini 19 Agustus 2022

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Jumat (19/8/2022). Laporan keuangan emiten kuartal II 2022 masih bayangi IHSG.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, IHSG terlihat masih akan berada dalam kondisi sideways dengan kecenderungan tertekan. Peluang kenaikan IHSG dalam jangka panjang masih terlihat mengingat minat investor yang tercermin dari data aliran dana investor asing yang masih cukup besar sepanjang 2022.

Demikian juga dengan data laporan kinerja emiten yang terlihat membaik sepanjang kuartal II 2022 dapat menjadi faktor yang dapat menunjukkan ada perbaikan dalam sisi pergerakan perekonomian.

“Hari ini IHSG berpotensi tertekan. Kisaran IHSG 7.002-7.223,” ujar dia dalam catatannya.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG bergerak menguat 0,7 persen ke level 7.186 pada Kamis, 18 Agustus 2022, pergerakan IHSG pun menembus level resistancenya di 7.182.

"Kami update untuk skenario IHSG, di mana saat ini IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk wave v dari wave (c) dari wave [x] pada label hitam atau wave (D) pada label merah,” tutur Herditya.

Ia menambahkan, hal tersebut berarti, IHSG berpeluang untuk menguji area 7.200-7.228. Namun demikian, cermati support di 7.080, apabila break dari level tersebut diperkirakan IHSG akan mengarah ke 7.063 terlebih dahulu.

Herditya prediksi, IHSG bergerak di level support 7.080,6.900 dan resistance 7.200,7.250 pada Jumat pekan ini.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Saham Pilihan dan Rekomendasi Teknikal

Untuk saham yang dapat dicermati pelaku pasar antara lain saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sedangkan William memilih saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Selain itu, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Ina Perdana Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Berikut rekomendasi teknikal dari PT MNC Sekuritas:

1.PT Aneka Tambang Tbk - Buy on Weakness (2.050)

Saham ANTM ditutup terkoreksi 1,4 persen ke level 2.050 pada perdagangan Kamis, 18 Agustus 2022, tetapi koreksi saham ANTM masih tertahan oleh cluster MA20 dan MA60.

“Kami memperkirakan, posisi ANTM saat ini sedang berada pada bagian dari wave B sehingga ANTM masih rawan terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW,” ujar dia.

Buy on Weakness: 1.820-2.000

Target Price: 2.270, 2.500

Stoploss: below 1.760

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Saham MEDC-BBCA

2.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Buy on Weakness (620)

Saham MEDC ditutup flat ke level 620 pada perdagangan Kamis, 18 Agustus 2022.

“Kami memperkirakan, posisi MEDC saat ini sedang berada di wave (ii) dari wave [c] sehingga koreksi MEDC akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali,” ujar dia.

Buy on Weakness: 600-620

Target Price: 645, 700

Stoploss: below 580

 

3.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Buy on Weakness (4.790)

Pada Kamis, 18 Agustus 2022, saham UNVR ditutup menguat 0,4 persen ke level 4.790.

“Kami perkirakan, posisi UNVR sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 5. Hal tersebut berarti, koreksi UNVR akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali,” kata dia.

Buy on Weakness: 4.620-4.790

Target Price: 5.130, 5.400

Stoploss: below 4.480

 

4.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Sell on Strength (8.000)

Saham BBCA ditutup menguat 0,3 persen ke level 8.000 pada perdagangan Kamis, 18 Agustus 2022.

“Kami memperkirakan, posisi BBCA saat ini sudah berada di akhir wave C dari wave (B), sehingga penguatan BBCA diperkirakan sudah relatif terbatas dan rawan terkoreksi membentuk wave (C). Adapun rentang koreksi BBCA terdekat berada di 7.650-7.800 terlebih dahulu.

Sell on Strength: 8.025-8.050

4 dari 4 halaman

Penutupan IHSG Kamis 18 Agustus 2022

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham, Kamis (18/8/2022). Penguatan IHSG didorong sektor saham energi dan industri.

Mengutip data RTI, pada penutupan perdagangan, IHSG melambung 0,74 persen ke posisi 7.186,55. Indeks LQ45 menguat 0,98 persen ke posisi 1.026,33. Sebagian besar indeks acuan menghijau. Pada Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.186,55 dan terendah 7.125,46.

Sebanyak 274 saham menguat dan 236 saham melemah. 187 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.335.067 kali dengan volume perdagangan 26,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 13,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.861.

Mayoritas sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham energi. Indeks sektor saham energi IDXenergy melonjak 1,21 persen. Diikuti indeks sektor saham IDXindustry menanjak 1,15 persen, indeks sektor saham IDXnonsiklikal bertambah 0,96 persen, indeks sektor saham IDXtransportasi menanjak 0,29 persen dan indeks sektor saham IDXfinance melambung 0,22 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXbasic susut 0,57 persen, indeks sektor saham IDXhealth tergelincir 0,48 persen, indeks sektor saham IDXtechno merosot 0,40 persen, indeks sektor saham IDXproperty turun 0,22 persen dan indeks sektor saham IDXinfrastruktur susut 0,22 persen.

Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Kamis, 18 Agustus 2022 setelah reli wall street mereda dan risalah the Fed pada pertemuan Juli 2022 menunjukkan sedikit bukti tekanan inflasi mereda pada saat pertemuan.

Indeks ASX 200 di Australia melemah 0,21 persen ke posisi 7.112,8. Indeks Nikkei Jepang turun hampir 1 persen menjadi 28.942,14. Indeks Topix tergelincir 0,82 persen ke posisi 1.990,5. Indeks Kospi Korea Selatan terperosok 0,33 persen ke posisi 2.508,05.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS