Sukses

Saham Teknologi Cloud AS Disebut Miliki Prospek Baik Sepanjang Akhir 2022

Liputan6.com, Jakarta Saham perusahaan teknologi Cloud AS alami reli setelah pada awal tahun alami penurunan. Banyak pihak melihat sepanjang akhir 2022 menjadi prospek cerah untuk saham perusahaan Cloud. 

Dilansir dari CNBC, Sabtu (13/8/2022), memindai pasar perangkat lunak cloud, yang merosot saat memulai tahun ini, saat ini banyak saham yang melonjak 50 persen dari posisi terendahnya. 

Misalnya WisdomTree Cloud Computing Fund, telah meningkat 26 persen dalam tiga bulan terakhir, sementara S&P 500 naik kurang dari 9 persen selama rentang itu. 

Meskipun begitu, data makro tetap tidak menguntungkan bagi perusahaan cloud, yang meningkat selama pandemi ketika suku bunga rendah dan investor membayar premi besar untuk pertumbuhan. 

Sekarang, dengan The Fed di tengah siklus kenaikan dan inflasi mendekati level tertinggi 40 tahun, keuntungan berada pada premi seperti dividen dan produk yang dibutuhkan konsumen di saat-saat baik dan buruk.

Walaupun harga saham perusahaan Cloud alami penurunan pada kuartal pertama 2022, tetapi perusahaan di belakang harga saham tersebut membuktikan permintaan masih kuat untuk produk dan layanan mereka.

Secara umum, perusahaan teknologi cloud dalam kondisi baik dan saham-saham ini akan kembali mengungguli ketika kepercayaan kembali ke pasar. Itulah taruhan yang dilakukan beberapa investor selama beberapa bulan terakhir.

Misalnya, perusahaan GitLab, yang alatnya membantu pengembang perangkat lunak mengelola kode sumber. Harga saham perusahaan anjlok 75 persen antara November dan April. Namun pada Juni 2022 berubah.

Meskipun proyeksi analis hilang, GitLab berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan 75 persen dari tahun sebelumnya. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Wall Street Melambung Sambut Akhir Pekan

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Jumat, 13 Agustus 2022. Indeks S&P 500 catat penguatan dalam empat minggu berturut-turut seiring investor sambut positif inflasi yang mungkin memuncak.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones bertambah 424,38 poin atau 1,27 persen ke posisi 33.761,05. Indeks S&P 500 menguat 1,73 persen ke posisi 4.280,15. Indeks Nasdaq melonjak 2,09 persen ke posisi 13.047,19.

Pada pekan ini, indeks S&P 500 menguat 3,26 persen, dan mencatat kenaikan mingguan terpanjang sejak November 2021. Indeks Dow Jones naik 2,92 persen pekan ini. Sementara itu, indeks Nasdaq menguat 3,08 persen. Nasdaq juga mencatat kenaikan dalam empat minggu berturut-turut.

Rata-rata indeks acuan menguat didorong berita positif dari inflasi AS. Indeks harga konsumen datar dari Juni hingga Juli, sebagian besar berkat penurunan harga gas yang menurunkan inflasi. Indeks harga produsen menunjukkan penurunan yang mengejutkan. Pada Jumat pekan ini, harga impor juga turun lebih dari yang diharapkan.

Pergerakan wall street pekan ini telah memperpanjang reli pasar dari posisi terendah pertengahan Juni 2022. Indeks S&P 500 naik 16,7 persen sejak posisi terendah, dan telah memangkas kerugiannya dari puncak. Indeks Dow Jones telah naik hampir 13 persen dan Nasdaq menguat 22,6 persen.

Berita positif telah meningkatkan kepercayaan investor, membuat beberapa orang percaya kenaikan baru-baru ini lebih dari sekadar reli pasar bearish atau menurun.

"Kami tidak berargumen bahwa pasar akan mencapai level tertinggi baru tahun ini, tetapi kami tidak akan terkejut melihat pergerakan menuju level tertinggi karena inflasi mereda dan the Fed memperlambat laju kenaikan suku bunga,” ujar Ekonom MKM Partners, Michael Darda dilansir dari CNBC, Sabtu (13/8/2022).

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

3 dari 3 halaman

Peringatan dari Investor Michael Burry

Sementara itu, investor “the big short” Michael Burry yang dikenal menyebutkan krisis subprime mortgage memperingatkan belanja konsumen yang “adiktif” menandakan lebih banyak masalah di masa depan.

"Saldo kredit konsumen meningkat pada tingkat rekoer karena konsumen memilih belanja dari pada kurangi pengeluaran dalam hadapi inflasi,” kata Burry dalam unggahan di Twitter.

Ia mengingatkan mengenai masalah kelebihan tabungan menjadi tidak lagi. “Helikopter uang tunai COVID-19 mengajari orang untuk membelanjakan lagi, dan itu membuat ketagihan. Musim dingin akan datang,” ujar dia.

Burry menyarankan konsumen masih berbelanja barang dan jasa pada saat inflasi tetap tinggi selama beberapa dekade. Investor sekarang bersikap negatif tentang pasar dan ekonomi.

Awal minggu yang sulit untuk semikonduktor telah berubah menjadi kesalahan kecil untuk pasar saham, tulis Bespoke Investment Group.

Setelah peringatan pendapatan dari Nvidia dan Micron,  ETF VanEck Semiconductor turun tajam pada Senin dan Selasa pekan ini. Namun, ETF menguat sedikit naik pada pekan ini. Sementara itu, saham Nvidia turun hanya 2,6 persen pada pekan ini setelah anjlok 10 persen pada awal pekan ini. Saham Micron menguat 4 persen pada pekan ini.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • The Fed adalah salah satu bank sentral di AS yang tertua dan berdiri sejak tahun 1913 melalui kongres.
    The Fed
  • cloud
  • S&P 500