Sukses

Astrindo Yakin Laba Bersih Meningkat pada 2022

Liputan6.com, Jakarta - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sepanjang semester I 2022 sekitar USD 150 juta atau Rp 2,21 triliun (asumsi kurs Rp 14.737). Harapannya, pendapatan pada semester II 2022 juga seperti semester I 2022.

"Secara profitabilitas kalau saya bisa bilang pada semester I 2022 sudah sekitar USD 150 juta. Semester II 2022 paling tidak segitu juga minimal,” kata Michael dalam Media Gathering Astrindo Nusantara Infrastruktur, ditulis Jumat (12/8/2022).

Perseroan juga optimistis laba bersih akan meningkat pada 2022.Sebelumnya, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mengatakan, rencana akuisisi PTT Mining Ltd Hong Kong dilakukan sejak September 2021. Dalam akuisisi tersebut, terdapat konsesi batu bara yang berada di lima lokasi, yakni Madagaskar, Brunei Darussalam dan Kalimantan Timur yang terdiri dari Jembayan, Sebuku dan Penajam.

Direktur Keuangan Astrindo Nusantara Infrastruktur Michael Wong mengatakan, rencananya operasional proyek di Jembayan akan berlangsung pada November 2022. 

"Kami completion baru November 2022, rencana kami konsolidasi lebih pagi dari itu,” kata Michael Wong dalam Media Gathering BIPI, Kamis, 11 Agustus 2022.

Dia menambahkan, rencana akuisisi ini sudah dimulai sejak September 2021, sebelum harga batu bara naik seperti sekarang.

"Saat itu kami diundang untuk ikut tender, cuma memang proses agak panjang (ada tiga tahap),” katanya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Alasan Akuisisi

Michael mengaku, rencana akusisi ini menjadi berkah tersendiri bagi perseroan karena akuisisi dilakukan sebelum harga batu bara naik dan saat ini harga batu bara sedang melambung cukup tinggi.

"Sebetulnya suatu berkah buat kami, karena kami negosiasinya dari harga lama, bukan sekarang," ungkapnya. 

Tak hanya itu, Michael menuturkan, lapangan Jembayang ini memiliki batu bara yang berkualitas sekitar 5.200-5.700 kkal per kilogram dengan rata-rata 5.400 kkal per kilogram. "Akuisisi kami good deal banget, lapangan Jembayan, kualitas batu bara nya bagus. Produksinya cukup stabil, saat ini produksinya rata-rata 6 juta ton per tahun," ujar dia.

Bahkan, lapangan Jembayan tersebut juga telah memiliki kontrak jangka panjang dengan sejumlah penambang batu bara. “Poin plus lain yaitu long term contracts, tinggal langsung melanjutkan. Bukan hanya lapangan batu bara saja, tapi juga termasuk infrastruktur seperti pelabuhan dan lainnya,” kata dia.

  

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Sumber Pendanaan Akuisisi

Sebelumnya, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mengungkapkan sumber pendanaan akuisisi PTT Mining Ltd Hong Kong sebesar USD 471 juta atau sekitar Rp 7 triliun (asumsi kurs Rp 14.866 per dolar AS) berasal kas hingga pinjaman.

Direktur Keuangan Astrindo Nusantara Infrastruktur Michael Wong mengatakan, sumber pendanaan akuisisi tersebut salah satunya berasal dari ekuitas.

"Jadi, ada sebagian dari  kita punya equity sendiri, ada warran, dari internal cash, sekitar 23 dari financing dari luar yang sudah commited juga," kata Michael dalam Media Gathering BIPI, ditulis Jumat (12/8/2022).

Sebelumnya, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI)  mengatakan, rencana akuisisi PTT Mining Ltd Hong Kong dilakukan sejak September 2021. Dalam akuisisi tersebut, terdapat konsesi batu bara yang berada di lima lokasi, yakni Madagaskar, Brunei Darussalam dan Kalimantan Timur yang terdiri dari Jembayan, Sebuku dan Penajam.

Direktur Keuangan Astrindo Nusantara Infrastruktur Michael Wong mengatakan, rencananya operasional proyek di Jembayan akan berlangsung pada November 2022. 

“Kami completion baru November 2022, rencana kami konsolidasi lebih pagi dari itu,” kata Michael Wong dalam Media Gathering BIPI, Kamis, 11 Agustus 2022.

Dia menambahkan, rencana akuisisi ini sudah dimulai sejak September 2021, sebelum harga batu bara naik seperti sekarang.

"Saat itu kami diundang untuk ikut tender, cuma memang proses agak panjang (ada tiga tahap),” kata dia.

Michael mengaku, rencana akusisi ini menjadi berkah tersendiri bagi perseroan karena akuisisi dilakukan sebelum harga batu bara naik dan saat ini harga batu bara sedang melambung cukup tinggi.

"Sebetulnya suatu berkah buat kami, karena kami negosiasinya dari harga lama, bukan sekarang," ungkapnya. 

Tak hanya itu, Michael menuturkan, lapangan Jembayang ini memiliki batu bara yang berkualitas sekitar 5.200-5.700 kkal per kilogram dengan rata-rata 5.400 kkal per kilogram. "Akuisisi kami good deal banget, lapangan Jembayan, kualitas batu bara nya bagus. Produksinya cukup stabil, saat ini produksinya rata-rata 6 juta  ton per tahun," ujar dia.

Bahkan, lapangan Jembayan tersebut juga telah memiliki kontrak jangka panjang dengan sejumlah penambang batu bara. “Poin plus lain yaitu long term contracts, tinggal langsung melanjutkan. Bukan hanya lapangan batu bara saja, tapi juga termasuk infrastruktur seperti pelabuhan dan lainnya,” kata dia.

 

 

4 dari 4 halaman

Akuisisi

Sebelumnya, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) akan akuisisi PT Mining Ltd Hong Kong (PPTML) senilai USD 471 juta atau sekitar Rp 7 triliun (asumsi kurs Rp 14.866 per dolar AS).

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/8/2022), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk telah menandatangani share purchase agreement dengan PTT International Holdings Limited dan PT Sintesa Bara Gemilang pada 1 Agustus 2022. Perjanjian itu terkait akuisisi PTT Mining Ltd Hongkong (PPTML) senilai USD 471 juta.

Manajemen perseroan mengatakan PPTML merupakan entitas anak PTT International Holdings Limited, entitas anak yang sepenuhnya dimiliki oleh PTT, sebuah perusahaan energi Thailand yang terintegrasi penuh mengoperasikan bisnis yang terdiri dari gas alam, transmisi gas, perdagangan internasional, bisnis baru dan bisnis infrastruktur dari seluruh investasinya menjadi 100 persen dari total saham yang diterbitkan di PTTML kepada Astrindo.

PTTML memiliki beberapa konsesi tambang batu bara antara lain di Brunei Darussalam, Madagaskar, dan tiga tambang batu bara di Kalimantan, Indonesia.

Adapun PT Sintesa Bara Gemilang merupakan entitas anak perseroan dengan kepemilikan saham tidak langsung melalui PT Astrindo Mahakarya Indonesia. “Dampak langsung dari akuisisi PPTML ke Astrindo, kinerja keuangan pada 2022 akan menunjukkan peningkatan seiring dengan kenaikan harga batu bara,” ujar dia.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS