Sukses

IHSG Berpotensi Menguat 10 Agustus 2022, Pantau Rekomendasi Saham Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas pada perdagangan Rabu (10/8/2022). Investor diimbau untuk waspadai koreksi IHSG.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pergerakan IHSG masih terlihat cukup betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Ia prediksi, peluang kenaikan terbatas akan terlihat pada Rabu, 10 Agustus 2022, tetapi peluang tekanan masih harus diwaspadai.

“Saat ini IHSG masih ditopang oleh beberapa faktor di antaranya mulai rilisnya data keuangan emiten pada semester I dan stabilnya perekonomian dalam negeri yang terlihat dari data yang telah terlansir,” ujar dia.

William menambahkan, hal itu jadi peluang koreksi masih dapat dimanfaatkan untuk akumulasi beli terutama bagi investor jangka panjang. Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di kisaran 6.921-7.123 pada Rabu pekan ini.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG menguat 0,2 persen ke posisi 7.102 pada Selasa, 9 Agustus 2022.

“Posisi IHSG masih diperkirakan sudah berada di akhir wave (c) dari wave [x] pada label hitam atau wave (D) pada pola triangle di label merah, yang berarti penguatan IHSG sudah cukup terbatas dan rawan koreksi ke level terdekatnya di 7.000-7.050 terlebih dahulu. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan IHSG overshoot ke rentang 7.160-7.174 untuk menutup gap yang ada,” kata dia.

Ia prediksi, IHSG berada di level support 7.030,6.900 dan level resistance 7.160,7.194 pada Rabu pekan ini.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Saham Pilihan dan Rekomendasi Teknikal

Untuk saham pilihan yang dapat dicermati pelaku pasar, Herditya memilih saham PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

William memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (IMTG), PT Astra International Tbk (ASII). Selain itu, PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Berikut rekomendasi teknikal dari PT MNC Sekuritas:

1.PT Blue Bird Tbk (BIRD) - Buy on Weakness (1.665)

SahAM BIRD ditutup menguat 0,6 persen ke level 1.665 pada perdagangan Selasa, 9 Agustus 2022 dan masih tertahan oleh Upper Band-nya.

“Kami memperkirakan, saat ini posisi BIRD sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave 3 sehingga pergerakan BIRD masih berpeluang melanjutkan penguatannya,” tutur dia.

Buy on Weakness: 1.580-1.660

Target Price: 1.770, 1.865

Stoploss: below 1.525

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Saham LPPF-MYOR

2.PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) - Buy on Weakness (4.600)

Pada Selasa, 9 Agustus 2022, saham LPPF ditutup menguat 0,4 persen ke level 4.600 namun penguatan LPPF masih tertahan oleh MA20. Kami perkirakan, selama tidak terkoreksi kembali ke bawah 4,320 sebagai supportnya maka LPPF saat ini sedang berada di awal wave C dari wave (B).

Buy on Weakness: 4.480-4.600

Target Price: 5.070, 5.350

Stoploss: below 4.320

 

3.PT Medco Energi Internasional Tbk MEDC - Buy on Weakness (585)

Pada perdagangan, Selasa, 9 Agustus 2022, saham MEDC ditutup menguat 0,9 persen ke level 585.

“Kami memperkirakan, posisi MEDC sudah berada di akhir wave [b] dari wave A sehingga koreksi MEDC sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali,” tutur dia.

Buy on Weakness: 570-585

Target Price: 630, 665

Stoploss: below 560

 

4.PT Mayora Indah Tbk (MYOR) - Buy on Weakness (1.950)

Saham MYOR ditutup flat di level 1.950 pada perdagangan Selasa, 9 Agustus 2022, dan belum mampu break area resistance di 1,970-1,990.

“Kami memperkirakan, posisi MYOR saat ini sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave Y sehingga MYOR masih berpeluang menguat,” tutur dia.

Buy on Weakness: 1.880-1.925

Target Price: 2.040, 2.180

Stoploss: below 1.845

4 dari 4 halaman

Penutupan IHSG Selasa 9 Agustus 2022

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan Selasa (9/8/2022). Indeks sektor saham energi topang penguatan IHSG.

Mengutip data RTI, IHSG menguat terbatas 0,23 persen ke posisi 7.102,88. Indeks LQ45 naik 0,16 persen ke posisi 1.008,70. Sebagian besar indeks acuan menghijau. Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.144,20 dan terendah 7.092,47.

Sebanyak 234 saham menguat dan 300 saham. 158 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.562.738 kali dengan volume perdagangan 31,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 14.917.

Sebagian besar sektor saham menghijau yang dipimpin indeks sektor saham energi. IDXenergy menanjak 2,47 persen, dan catat penguatan terbesar Diikuti indeks sektor saham IDXtransportasi mendaki 0,77 persen, indeks sektor saham IDXbasic menguat 0,42 persen.

indeks sektor saham IDXfinance menguat 0,39 persen, indeks sektor saham IDXtechno naik 0,15 persen. Selain itu, indeks sektor saham IDXproperty menanjak 0,13 persen, indeks sektor saham IDXinfrastruktur bertambah 0,11 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXhealth melemah 0,85 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXnonsiklikal turun 0,53 persen, indeks sektor saham IDXindustry tergelincir 0,03 persen dan indeks sektor saham IDXsiklikal susut 0,01 persen.

Bursa saham Asia tercatat bervariasi pada perdagangan Selasa, 9 Agustus 2022 seiring data ekonomi yang tenang. Namun, pelaku pasar mencermati data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) pekan lalu.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS