Sukses

Waskita Karya Garap Proyek Jalan Senilai Rp 25 Triliun di Sudan Selatan

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan terlibat dalam proyek pembangunan jalan di Sudan Selatan.

Direktur Operasi III PT Waskita Karya Tbk, Gunadi mengatakan, proyek sepanjang 1.000 km diperkirakan bernilai sekitar Rp 21—25 triliun dan ditargetkan rampung pada 2027.

"Proyek jalan di Sudan Selatan ini 1.000 km, budgeting sekitar Rp 21-25 triliun dan dikerjakan selama 5 tahun," kata Gunadi dalam Company Update PT Waskita Karya Tbk di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Gunadi menuturkan, jalan yang akan dibangun berbentuk simpang empat yang masing-masing memiliki panjang sekitar 250 km. Menariknya, proyek ini dibayar menggunakan konversi minyak mentah yang dijual ke Pertamina.

Dana hasil transaksi Sudan Selatan dan Pertamina dicatatkan dalam escrow account atau rekening bersama sebelum masuk sebagai pendapatan Waskita Karya.

"Dana pembayaran minyak mentah produksi Sudan Selatan ini kemudian disimpan ke escrow account. Nah escrow ini yang men-deliver ke Waskita," ujar dia.

Finalisasi kontrak proyek ini diharapkan rampung akhir Mei 2022, sehingga diperkirakan Waskita mulai menerima dana proyek Sudan Selatan mulai Juli 2022.

Sebelumnya, salah satu entitas anak Waskita Karya, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyampaikan keterlibatannya dalam proyek jalan di Sudan Selatan. Sekretaris Perusahaan PT Waskita Beton Precast, Fandy Dewanto mengatakan, proyek ini akan mulai digarap pada akhir kuartal II.

"Kalau enggak ada halangan, akhir triwulan II atau awal triwulan III," kata dia.

Fandy menuturkan, waktu pengerjaan pada dasarnya menyesuaikan pembayaran awal atau uang muka. Sehingga jika cair lebih cepat, maka perseroan juga akan lebih cepat melakukan eksekusi. Selain Sudan Selatan, perseroan juga berencana mengepakkan sayap ke beberapa negara lain bersama perusahaan induk.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Catatkan Obligasi dan Sukuk Rp 3,28 Triliun

Sebelumnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengantongi good funds sebesar Rp 3,28 triliun melalui penerbitan obligasi dan sukuk dengan penjaminan pemerintah.

Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk refinancing serta sebagai modal kerja proyek tol Kayu Agung – Palembang – Betung.

Direktur Operasi III Waskita Karya, Gunadi menyampaikan, obligasi dan sukuk tersebut resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Mei 2022. Dengan good funds tersebut, perseroan juga berhasil melaksanakan pelunasan atas pokok dan bunga Obligasi III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 seri A yang jatuh tempo pada 16 Mei 2022 dengan total sebesar Rp 528 miliar.

"Pelunasan pokok dan bunga obligasi ini merupakan bentuk dari komitmen perseroan untuk senantiasa melaksanakan kewajibannya kepada para investor obligasi,” kata dia, Rabu (25/5/2022).

Gunadi mengatakan, perseroan masih fokus melaksanakan proses restrukturisasi. Kinerja keuangan perseroan untuk tahun buku 2021 berjalan sesuai target jangka menengah restrukturisasi yang disepakati dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN.

Pada 2022, perseroan akan lebih fokus pada perolehan kontrak baru dengan target Rp 30 triliun, penyelesaian proyek tertunda, melanjutkan restrukturisasi secara Grup dan melanjutkan strategic partnership dengan para investor, termasuk INA untuk melakukan asset recycling.

Dengan adanya dukungan Pemerintah melalui PMN, perseroan juga akan fokus menyelesaikan konstruksi jalan tol hingga titik tertentu, yang akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan jalan tol dan juga akan mempermudah proses strategic partnership dengan para calon investor.

"Dengan asset recycling yang sangat membantu penurunan kerugian Perseroan ini, diharapkan ke depannya Perseroan dapat mencatatkan kinerja yang positif," imbuh Gunadi.

Pada kuartal IV 2021, perseroan mencatatkan tren positif pada pendapatan usaha yang meningkat sebesar 14,58 persen yoy. Tren positif tersebut paling besar dikontribusi oleh pendapatan jasa konstruksi dan jalan tol. Pendapatan asset recycling juga sesuai target dengan keuntungan sebesar Rp 2,65 triliun.

Transformasi bisnis yang telah dijalankan dengan lean juga berdampak positif bagi perseroan dengan beban usaha yang turun signifikan pada 2021.

 

3 dari 5 halaman

Selanjutnya

Penurunan beban usaha ini berasal dari penurunan beban pokok pendapatan sebesar 68,22 persen yoy, penurunan beban penjualan sebesar 88,08 persen yoy serta penurunan beban umum dan administrasi sebesar 47,89 persen yoy.

Beban keuangan utang lama juga mengalami penurunan dengan adanya Master Restructuring Agreement (MRA) dan pembayaran sebagian pokok utang di tahun 2021.

Aset  2021 sebesar Rp 103,60 triliun, atau meningkat sebesar 2,81 persen yoy disebabkan oleh peningkatan aset lancar dalam bentuk kas yang berasal dari PMN dan rights issue 2021.

Di sisi lain, aset tidak lancar mengalami penurunan disebabkan oleh transaksi asset recycling yang dilakukan oleh perseroan selama 2021. Perseroan juga mencatatkan liabilitas sebesar Rp 88,14 triliun, atau menurun sebesar 1,34 persen yoy disebabkan oleh penurunan utang usaha.

Ekuitas Perseroan sebesar Rp 15,46 triliun, atau meningkat 35,28 persen yoy. Kemampuan likuiditas perseroan pada tahun 2021 juga menunjukkan tren membaik dengan masih positifnya arus kas dari operasional, proceeds dari asset recycling pada aktivitas investasi, serta dukungan proceeds rights issue pada aktivitas pendanaan.

 

4 dari 5 halaman

Waskita Bukukan Kontrak Baru Rp 5,68 Triliun

Sebelumnya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berhasil membukukan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp 5,68 triliun sampai dengan Maret 2022, atau meningkat 395,87 persen YoY dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 1,14 triliun.

Jika dibandingkan dengan level pre Covid-19, Perseroan berhasil membukukan kenaikan NKB sebesar 3,30 kali lipat. 

Adapun rincian peroleh NKB tersebut berasal dari proyek Swasta sebesar 74,38 perse, Pemerintah sebesar 18,61 persen, dan Pengembangan Bisnis anak usaha Perseroan sebesar 7,01 persen. 

Berdasarkan segmentasi tipe proyek, NKB tersebut terdiri dari segmen konektivitas Infrastruktur sebesar 88,45 persen, anak usaha Perseroan sebesar 7,01 persen, gedung sebesar 3,31 persen, EPC sebesar 0,75 persen, dan segmen Sumber Daya Air (SDA) sebesar 0,49 persen. 

Direktur Utama Perseroan, Destiawan Soewardjono menjelaskan beberapa proyek dengan kontribusi terbesar sampai dengan Maret 2022 adalah proyek 1000 KM Road Upgrading - South Sudan Oil for Infrastructure sebesar Rp4,15 triliun.

Kemudian Jalan Nasional (Road & Bridge) Kabupaten Blitar sebesar Rp 218,29 miliar, Perolehan kontrak baru melalui anak usaha Perseroan Waskita Beton Precast pada bulan Maret 2022 sebesar Rp 195,86 miliar, Pembangunan Stasiun Medan tahap II sebesar Rp 139,07 miliar, dan Penataan Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebesar Rp 134,81 miliar.

“Berbekal pelaksanaan implementasi strategi 8 Streams Penyehatan Keuangan Waskita dan dukungan penuh dari Pemerintah, pada tahun ini Perseroan dapat fokus menjalankan bisnis operasionalnya dan optimis mencapai target NKB tahun 2022 hingga Rp 30 triliun,” ujar Destiawan dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 April 2022.

5 dari 5 halaman

Persetujuan pra-efektif OJK

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perseroan, Taufik Hendra Kusuma menambahkan Perseroan telah mendapatkan persetujuan pra-efektif OJK untuk melaksanakan penawaran awal obligasi dan sukuk dengan penjaminan Pemerintah sebesar Rp 3,83 triliun. 

Penawaran awal obligasi dan sukuk itu nantinya akan digunakan untuk refinancing dan modal kerja Perseroan. 

Penerbitan obligasi dan sukuk tersebut memiliki rating "idAAA(gg)" dengan tenor 5 dan 7 tahun serta ditawarkan dengan periode bookbuilding pada 12 sampai 19 April 2022. 

“Obligasi dan sukuk dengan penjaminan Pemerintah ini merupakan bentuk konkret dukungan Pemerintah terhadap upaya perbaikan kinerja Waskita," pungkas Taufik.