Sukses

PTPP Kantongi Pendapatan Rp 4,28 Triliun pada Kuartal I 2022

Liputan6.com, Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatat pertumbuhan pendapatan usaha sepanjang kuartal I 2022.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (12/5/2022), PT PP Tbk membukukan pendapatan usaha Rp 4,28 triliun pada kuartal I 2022. Realisasi pendapatan itu tumbuh 50,7 persen jika dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 2,83 triliun.

Selain itu, PTPP mencatat laba bersih tahun berjalan 13,42 persen secara yoy menjadi Rp 53 miliar dari periode sama kuartal I 2021 sebesar Rp 47 miliar. Namun, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk susut dari Rp 38,26 miliar pada kuartal I 2021 menjadi Rp 28,17 miliar pada kuartal I 2022.

Sementara itu, beban pokok pendapatan PTPP dibukukan sebesar Rp 3,73 triliun sehingga perusahaan mengantongi laba kotor secara konsolidasi sebesar Rp 544,47 miliar dengan marjin laba kotor sebesar 12,7 persen.

Kenaikan pendapatan usaha perusahaan ditopang oleh hampir semua sektor bisnis PTPP yang mengalami pertumbuhan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan pada kuartal I 2022.

Berdasarkan keterangan resminya, tercatat sektor konstruksi tumbuh sebesar 36 persen, EPC sebesar 26 persen, dan properti sebesar 37 persen.

Sedangkan kontribusi pertumbuhan pendapatan usaha PTPP sebesar Rp 4,28 triliun berasal dari Induk Usaha sebesar 57 persen dan sisanya sebesar 43 persen berasal dari Anak Usaha (PP Presisi sebesar 17 persen, PP Semarang Demak sebesar 9 persen, PP Properti sebesar 8 persen, PP Urban sebesar 4 persen, dan lainnya sebesar 5 persen.

Pada kuartal I 2022, aset PTPP tercatat sebesar Rp 56,60 triliun dengan liabilitas mencapai Rp 42,15 triliun sehingga ekuitas perusahaan yang tercatat pada periode ini mencapai sebesar Rp 14,45 triliun.

“Pencapaian kinerja keuangan yang berhasil dicatat oleh PTPP di awal tahun cukup positif di mana perusahaan masih dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha dan laba bersih di periode ini," ujar Direktur Keuangan & Manajemen Risiko merangkap Corporate Secretary PTPP, Agus Purbianto melalui keterangan resminya.

Ia menuturkan, perolehan kinerja tersebut menandakan perusahaan mulai bangkit dan bertumbuh pada masa pandemi COVID-19.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Belanja Modal 2022

Selain itu, perusahaan optimististis dapat mencapai target perusahaan yang telah ditetapkan pada 2022. Pencapaian kinerja keuangan pada awal 2022 terbilang cukup baik dan masih dalam kondisi wabah pandemi COVID-19, PTPP masih dapat membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 53 miliar.

Sementara itu, hingga akhir Maret 2022, PTPP telah mencatatkan belanja modal (capex) sebesar Rp 854 miliar lebih besar 71,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 497 miliar.

Adapun belanja modal tersebut telah direalisasikan untuk membiayai anak usaha utama sebesar Rp 250 miliar, anak usaha non utama sebesar Rp 588 miliar, dan investasi baru sebesar Rp 16,3 miliar.

PTPP pada 2022 ini menargetkan penyerapan belanja modal sebesar Rp 4,3 triliun yang direncanakan akan digunakan untuk penyertaan investasi pada anak usaha utama dan non utama, entitas, afiliasi, investasi baru dan kebutuhan aset tetap.

 

 

3 dari 4 halaman

Rampungkan Pembangunan Bendungan Lolak

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) bakal merampungkan pekerjaan proyek pembangunan Bendungan Lolak pada 2022.

Proyek pembangunan Bendungan Lolak Paket I dikerjakan sendiri oleh PTPP selaku kontraktor utama. Sedangkan untuk Paket II dikerjakan oleh PTPP dengan membentuk Kerja Sama Operasi (KSO) bersama dengan ASHFRI.

Kehadiran Bendungan Lolak akan banyak memberikan manfaat. Di antaranya berfungsi sebagai penyediaan air irigasi untuk daerah seluas 2.214 hektare, selain itu bendungan tersebut juga akan menjadi sumber penyediaan air baku 500 liter per detik (lpd).

Bendungan Lolak juga akan berfungsi sebagai pembangkit listrik dari air keluaran (outflow) waduk dengan potensi listrik sebesar 2.43 MW, pengendali banjir di mana dapat mereduksi debit banjir sebesar 12 persen.

Tidak hanya itu, Bendungan Lolak juga akan menjadi destinasi tempat pariwisata baru di daerah Bollang Mondow dan lahan ex borrow dapat dimanfaatkan menjadi Hutan Buah produktif.

"Kami yakin proyek Pembangunan Bendungan Lolak ini dapat dituntaskan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Kementerian PUPR. Sampai dengan Pekan Pertama April, progress Bendungan Lolak telah mencapai 96 persen di mana penyelesaian pembangunan proyek tersebut ditargetkan pada bulan Mei 2022," kata Sekretaris Perusahaan PTPP, Yuyus Juarsa dalam keterangan resmi, Selasa, 19 April 2022.

Yuyus menambahkan, kehadiran bendungan dengan tipe Zonal Inti Tegak dan memiliki daya tampung hingga 6,1 juta per meter kubik ini memiliki banyak sekali manfaat, terutama untuk Sulawesi Utara.

Semua pembangunan fasilitas Bendungan Lolak yang dikerjakan oleh PTPP merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mewujudkan loyalitas tanpa batas dalam membangun negeri.

4 dari 4 halaman

Proyek Strategis Nasional

Proyek pembangunan Bendungan Lolak merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dari 45 Proyek Bendungan yang dicanangkan oleh Pemerintah.

Hal tersebut karena letak atau posisi Bendungan Lolak masuk ke dalam area pengembangan Kawasan Industri Bolang Mongondow yang ke depannya diharapkan akan dapat menggerakkan roda perekonomian di Provinsi Sulawesi Utara.

Proyek Bendungan Lolak yang dimiliki oleh Kementerian PUPR ini berlokasi di Desa Pindol, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Bendungan tersebut berjarak kurang lebih 210-kilometer dari Kota Manado dimana secara wilayah Sungai termasuk ke dalam Wilayah Sungai Domuga-Sangkup.

Adapun lingkup pekerjaan proyek yang dilakukan oleh PTPP untuk pembangunan Paket I, antara lain: pekerjaan galian, pekerjaan timbunan bendungan utama, pekerjaan temporary cofferdam, pekerjaan timbunan main cofferdam, dan pekerjaan instrumentasi.

Sedangkan lingkup pekerjaan untuk Paket II, yaitu: pekerjaan timbunan bendungan utama, pekerjaan bangunan pengelak, pekerjaan bangunan pelimpah, pekerjaan bangunan intake, pekerjaan perkuatan tumpuan kiri, pekerjaan saddle dam I dan II, pekerjaan relokasi jalan & jembatan provinsi, dan pekerjaan hidromekanikal.