Sukses

1.400 Karyawan Undur Diri, Bank KB Bukopin Siapkan Pembekalan

Liputan6.com, Jakarta - Sekitar 1.400 karyawan PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) mengundurkan diri. Sekretaris Perusahaan Bank KB Bukopin, Tias Hardi menjelaskan, pengunduran diri karyawan tersebut merupakan respons dari kebijakan perseroan yang menawarkan pensiun secara sukarela.

Program tersebut termasuk dalam agenda transformasi Bank KB Bukopin dari sisi sumber daya manusia (SDM), dan telah berakhir pada 27 Desember 2021.

"Kita lagi transformasi di segala aspek. Salah satunya SDM,tujuannya untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada nasabah,” kata Tias kepada Liputan6.com, Sabtu (22/1/2022).

Tias menegaskan, program ini bersifat sukarela dan tidak ada kriteria tertentu yang diberlakukan. Artinya, seluruh karyawan, baik yang masa kerjanya sudah lama atau terhitung baru, bisa mengajukan diri.

“Jadi programnya sukarela. Tanpa ada syarat,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan bagi para karyawan yang mengikuti program tersebut, perseroan memberikan manfaat hingga bekal keterampilan untuk perjalanan karier karyawan selanjutnya.

“Perusahaan support buat karyawan yang memilih untuk ikut program ini. Fasilitas atau benefit tetap diberikan. Asuransi kesehatan untuk karyawan dan keluarga masih bisa dipakai hingga 6 bulan,” kata Tias.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Bank KB Bukopin Siapkan Training

Perseroan menyadari sejumlah latar belakang yang mendorong karyawan sampai pada keputusan untuk mengundurkan diri.

Beberapa di antaranya, Tias mengatakan terdapat karyawan yang berminat untuk menjajal wirausaha atau entrepreneur. Lainnya, juga ada yang ingin pindah industri, tidak lagi di perbankan. Untuk itu, perseroan juga memberikan manfaat pembekalan bagi karyawan yang mengikuti program pensiun sukarela.

"Perusahaan juga siapkan training yang relevan dengan keputusan karyawan. Ada untuk memulai bisnis baru, kita kerja sama dengan konsultan SDM yang profesional, ada juga untuk karyawan yang ingin pindah industri ada training managerial, peningkatan skill dan segala macam itu didukung perusahaan,” imbuhnya.

Saat ini, Tias mengatakan masih ada sekitar 4.800 karyawan yang tergabung dalam KB Bukopin. Saat ditanya mengenai perpanjangan program tersebut untuk tahun ini, Tias enggan berkomentar. Namun, ia memastikan perusahaan masih on track dengan agenda transformasinya.

“Kurang lebih 4.800an (karyawan) masih.Sepertinya belum ada (program serupa) lagi. Masa’ kita bertransformasi berkali kali,” tutur dia.