Sukses

Bursa Saham Asia Beragam Setelah Bank Sentral Korea Dongkrak Suku Bunga

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia-Pasifik masih bervariasi pada Kamis (25/11/2021), seiring investor bereaksi atas keputusan bank sentral Korea yaitu Bank of Korea terkait suku bunga.

Indeks Kospi Korea Selaran paling tertekan secara regional dengan penyusutan 0,54 persen. Dalam kebijakan barunya, Bank of Korea meningkatkan suku bunga sebanyak 25 poin atau setara 1 persen dari nilai sebelumnya. Langkah ini sesuai prediksi sebagain analis dalam jejak pendapat Reuters.

Imbas keputusan tersebut, mata uang Korea Won diperdagangkan seharga USD 1,190. Angkanya melemah di level USD 1.185 pada Rabu, 24 November 2021. Demikian dilansir dari CNBC, pada Kamis pekan ini.

Keputusan bank sentral Korea Selatan ini menyusul langkah serupa yang dilakukan oleh Reserve Bank of New Zealand pada Rabu, 24 November 2021.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng melemah 0,21 persen, saham grup Kaisa melonjak lebih dari 12 persen. Kaisa mengumumkan penawaran kepada pemegang obligasi untuk menukar obligasi yang ada dengan obligasi baru yang memiliki jangka waktu yang diperpanjang.

Bursa saham China cenderung mendatar yang ditunjukkan dari gerak indeks Shanghai dan Shenzhen. Di sisi lain, indeks Jepang Nikkei naik 0,61 persen. Sementara itu, indeks Topix menguat 0,33 persen.

Bursa saham Australia bergejolak. Indeks Australia ASX 200 melemah. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,16 persen.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Indeks Dolar AS

Di wall street, indeks S&P 500 menguat 0,23 persen menjadi 4.701,46. Indeks Nasdaq bertambah 0,44 persen ke posisi 15.845,23. Indeks Dow Jones merosot 9,42 poin ke posisi 35.804,38.

Indeks dolar AS berada di posisi 96,75 dari posisi awal pekan di kisaran 96,5. Yen Jepang berada di kisaran 115,35 per dolar AS.

Harga minyak pada jam perdagangan Asia menguat. Indeks harga minyak Brent naik 0,22 persen menjadi USD 82,43 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat bertambah 0,14 persen menjadi USD 78,50 per barel.

 

 

Reporter: Ayesha Puri