Sukses

Presiden Direktur Tigor Siahaan Mundur, CIMB Niaga Pastikan Tetap Utamakan Layanan Nasabah

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menerima surat pengunduran diri Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M.Siahaan pada Kamis, 21 Oktober 2021.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/10/2021), PT CIMB Niaga Tbk menyatakan, pengunduran diri Tigor M.Siahaan dari jabatannya selaku Presiden Direktur CIMB Niaga, efektif sejak ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan datang.

“Pengunduran diri tersebut akan disampaikan untuk memperoleh keputusan dalam RUPSLB CIMB Niaga yang akan datang,” Sekretaris Perusahaan PT Bank CIMB Niaga Tbk, Fransiska Oei.

Perseroan menyatakan CIMB Niaga akan tetap berjalan seperti biasa dengan mengutamakan pelayanan kepada nasabah.

Mengutip laman CIMB Niaga, Tigor Siahaan diangkat pertama kali menjadi Presiden Direktur CIMB Niaga berdasarkan Keputusan RUPST 10 April 2015 dan efektif pada 1 Juni 2015. Pengangkatan terakhir sebagai Presiden Direktur CIMB Niaga berdasarkan Keputusan RUPST 15 April 2019. Masa periode jabatan Tigor Siahaan pada 2019-2023.

Sebelum menjabat Presiden Direktur CIMB Niaga, ia menjabat sebagai Chief Country Officer di Citi Indonesia pada 2011-2015. Sarjana di bidang finance dan accounting dari University of Virginia ini memulai karier di Citi sebagai management associate pada 1995-2000.

Kemudian ia menjabat sebagai Vice President-Institutional Remedial Management Group di kantor pusat Citi New York pada 2000-2003. Lalu menjabat sebagai Country Risk Manager di Citi Indonesia pada 2003-2004.

Selanjutnya ia menduduki posisi sebagai Head of Corporate and Investment Banking di Citi Indonesia pada 2004-2008 dan Country Head-Institutional Clients Group di Citi Indonesia pada 2008-2011.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Gerak Saham BNGA

Pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Oktober 2021, saham BNGA stagnan di posisi Rp 1.070 per saham. Saham BNGA dibuka stagnan di Rp 1.070.

Saham BNGA berada di level tertinggi Rp 1.080 dan terendah Rp 1.070. Total frekuensi perdagangan 834 kali dengan volume perdagangan 44.189. Nilai transaksi Rp 4,7 miliar.