Sukses

Mulia Boga Raya Serap Belanja Modal 10 Persen hingga Kuartal I 2021

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang kuartal pertama 2021, PT Mulia Boga Raya (KEJU), produsen Prochiz telah menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar 10 persen.

Untuk tahun ini, Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 50 miliar. Dengan begitu, Perseroan telah merealisasikan belanja modal sekitar Rp 5 miliar.

"Belanja modal yang dicanangkan untuk tahun ini sampai dengan Rp 50 miliar. Penyerapannya di kuartal I kurang lebih 10 persen," kata Direktur Utama Perseroan, Bobby K Gandasaputra dalam paparan publik, Jumat (11/6/2021).

Bobby menuturkan, penyerapan belanja modal itu untuk pengembanagn teknologi informasi dan pengembangan infrastruktur logistik Perseroan.

"Tahun 2021 ini kami akan fokus dalam menghasilkan produk baru serta memperluas jaringan distribusi produk kami di offline maupun online,” kata Bobby. 

Adapun kinerja kuartal I-2021, penjualan Perseroan naik 8,5 persen sebesar Rp 249,6 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dengan kontribusi terbesar dari kategori produk Keju Blok. 

Sejalan dengan itu, laba per lembar saham juga ikut naik 41,4 persen menjadi Rp 24,5. Sedangkan laba bersih bertumbuh 41,5 persen sebesar Rp 36,7 miliar. 

"Pencapaian Perseroan ini turut berkontribusi dalam meningkatkan penjualan pada laporan keuangan konsolidasian PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk selaku induk usaha Perseroan,” ujar Bobby.

Untuk strategi pada 2021, Perseroan akan fokus dalam melahirkan produk-produk baru yang inovatif dan dapat diterima oleh konsumen pasar baik domestik maupun internasional. 

Selain itu, PT Mulia Boga Raya Tbk juga akan memperluas jaringan distribusi produk dengan sinergi bersama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk melalui pendekatan partnership sehingga memudahkan konsumen dalam membeli produk Perseroan baik secara offline (dengan fokus pada pengembangan channel di general trade) maupun online.

2 dari 3 halaman

Rombak Susunan Pengurus

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Mulia Boga Raya (KEJU), produsen keju Prochiz menyetujui perubahan susunan manajemen Perseroan. Yakni dengan pengangkatan Bobby K Gandasaputra sebagai Direktur Utama Perseroan, menggantikan Paulus Tedjosutikno. 

Sekaligus juga menyetujui juga penambahan susunan anggota direksi perusahaan dari semula empat orang menjadi lima orang, sehingga susunan menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Hartono Atmadja

Komisaris: Atiff Ibrahim Gill

Komisaris Independen: Drs. Herbudianto

Direksi

Direktur Utama: Bobby K Gandasaputra

Direktur: Paulus Tedjosutikno

Direktur: Tan Ting Luen

Direktur: Gabriele Isacco Tironi

Direktur: Peter Wiradjaja

Dalam RUPS kali ini, Perseroan absen untuk membagikan dividen. Padahal sebelumnya Perseroan membagikan dividen tunai final hingga Rp 120 miliar atau Rp 80 per saham untuk tahun buku 2019.

Sepanjang 2020, kinerja Perseroan tidak terpengaruh secara signifikan. Perseroan mencatat total penjualan di tahun 2020 senilai Rp 900,9 miliar atau mengalami sedikit penurunan sebesar 8,0 persen dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya sebagai dampak dari penerapan kebijakan PSAK72.

"Jika tidak ada penerapan PSAK72, sebenarnya total omset kami masih tumbuh 5,7 persen di 2020,” ujar Direktur Utama Perseroan, Bobby K Gandasaputra dalam paparan publik, Jumat, 11 Juni 2021.

Sedangkan laba bersih bertumbuh 23,4 persen atau sebesar Rp 121 miliar dibanding tahun sebelumnya serta laba komprehensif tahun berjalan juga ikut tumbuh sebesar 30,2 persen.

Jika dilihat dari sisi kategori produk Perseroan, untuk kategori produk keju blok memberikan kontribusi penjualan sebesar 86,5 persen atau Rp 780,4 miliar. Selebihnya berasal dari kategori keju lembaran sebesar Rp 106,2 miliar. Penjualan ekspor Perseroan juga meningkat signifikan di 2020 menjadi sebesar 41,7 persen atau Rp 31,4 miliar dibanding tahun sebelumnya. 

Pada 2021, Perseroan menyiapkan belanja modal hingga Rp 50 miliar. Sampai dengan kuartal pertama tahun ini, Perseroan telah merealisasikan sekitar 10 persen dari belanja modal tersebut. DImana alokasinya adalah untuk pengembangan sistem teknologi informasi serta infrastruktur logistik.

"Tahun 2021 ini kami akan fokus dalam menghasilkan produk baru serta memperluas jaringan distribusi produk kami di offline maupun online,” kata Bobby. 

Pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, Jumat, 11 Juni 2021, saham KEJU melemah 1,17 persen ke posisi Rp 1.270 per saham. Saham KEJU dibuka stagnan di kisaran Rp 1.285 per saham.

Saham KEJU berada di level terendah Rp 1.265 dan tertinggi Rp 1.290 per saham. Nilai transaksi Rp 59 juta dan total frekuensi perdagangan 61 kali dengam volume perdagangan 462.

Saham KEJU melemah 5,17 persen sepanjang tahun berjalan 2021. Saham KEJU berada di posisi tertinggi Rp 1.500 dan terendah Rp 1.120 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 8.161 kali dengan nilai transaksi Rp 31,4 miliar.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini