Sukses

Anak Usaha Indika Energy Bakal Revisi Rencana Produksi

Liputan6.com, Jakarta - PT Indika Energy Tbk (INDY) telah merealisasikan belanja modal kuartal I-2021 sebesar USD 10,6 juta. 

Belanja modal itu antara lain sebesar USD 7,9 juta digunakan untuk pemeliharaan dan penggantian alat berat di Petrosea. Sementara USD 1,5 juta untuk pemeliharaan armada Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS).

Direktur PT Indika Energy Tbk, Retina Rosabai memaparkan, sepanjang kuartal I 2021 telah mencatatkan volume produksi dari PT Kideco Jaya Agung sebesar 9,1 juta ton, atau naik sebesar 3,4 persen dari periode sama tahun lalu.

"Volume produksi di kuartal pertama ini sejalan dengan target produksi sebesar 34 juta ton di tahun 2021,” kata Retine dalam paparan publik, Senin (3/5/2021).

Ia menambahkan, anak usaha  Kideco sedang berencana mengajukan revisi rencana produksi pada kuartal III 2021.

"Saat ini sesuai dengan persetujuan dari Kementerian ESDM Kideco mendapatkan alokasi rencana produksi sebesar 30 juta ton, dan Kideco sedang berencana untuk mengajukan revisi rencana produksi di kuartal ketiga tahun ini,” ia menambahkan.

Kemudian untuk Petrosea telah melakukan pengupasan lapisan dengan volume sebesar 27,6 juta bcm dari target 118 juta bcm. PT Mitra Bahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) mencatatkan volume barging sebesar 6 juta ton dari target 22,1 juta ton dan volume floating crane sebesar 2,1 juta ton dari 10,2 juta ton 

"Untuk MUTU akan memproduksi batu bara sebesar 0,5 juta ton dari target 1,4 juta ton,” kata dia.

Sedangkan untuk volume batu bara yang diperdagangkan adalah sebesar 0,7 juta ton dari target 2021 sebesar 7 juta ton.

"Hal ini disebabkan adanya pasokan batu bara akibat dari cuaca buruk di Kalimantan yang agak terganggu,” ia menambahkan.

2 dari 3 halaman

Gerak Saham INDY

Pada penutupan perdagangan saham, Senin, 3 Mei 2021, saham PT indika Energy Tbk (INDY) turun 1,76 persen ke posisi Rp 1.395 per saham. Saham INDY dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 1.430 per saham.

Saham INDY bergerak di kisaran Rp 1.390-Rp 1.400 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.772 kali dengan nilai transaksi Rp 8,7 miliar.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini