Sukses

Gerai Giant Kalibata Tutup, Ini Penjelasan Hero Supermarket

Liputan6.com, Jakarta - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) membenarkan mengenai kabar penutupan salah satu toko dengan format hypermarket di Giant Kalibata pada 4 Maret 2021.

Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk, Diky Risbianto menuturkan, ritel makanan di Indonesia akhir-akhir ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar dan pandemi COVID-19 yang terus berlanjut hingga saat ini. Faktor tersebut juga telah berkontribusi pada perubahan perilaku belanja pelanggan di toko.

"Untuk itu, kami telah memutuskan untuk melakukan penutupan salah satu toko dengan format hypermarket di dalam mal, dalam hal ini Giant Kalibata,” ujar dia lewat surat elektronik yang diterima Liputan6.com, Kamis (4/3/2021).

Ia menambahkan, hal itu bukan langkah yang mudah untuk dilakukan tetapi penataan kembali ini untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berubah dengan cepat dan membangun bisnis lebih kuat dan berkelanjutan pada masa mendatang.

Terkait dengan hak karyawan, perseroan telah berkomunikasi secara jelas dengan semua karyawan. “Selama ini kami telah bekerja keras untuk memuluskan masa transisi sebaik mungkin memperlakukan semua dengan adil dan hormat. Kami bertindak sesuai dengan hukum dan memastikan bahwa karyawan yang terkena dampak menerima hak-hak mereka sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Republik Indonesia,” ujar Diky.

Ia menambahkan, karyawan yang terdampak juga dapat melamar posisi di bisnis yang lain dan memberikan peluang di masa depan jika memungkinkan.

Hero Supermarket berharap situasi yang menantang ini akan segera teratasi, agar tetap kompetitif. Selain itu, perseroan mengembangkan strategi jangka panjang untuk membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan di masa mendatang.

 

2 dari 3 halaman

Dampak PPKM

Saat ditanya mengenai dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro, Diky menuturkan, ritel makanan telah mengalami peningkatan persaingan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, kinerja bisnis secara keseluruhan juga sangat terpengaruh oleh pandemi yang sedang berlangsung.

"Beragam pembatasan telah memengaruhi operasional toko kami dan pelanggan telah mengubah perilaku belanja serta pola permintaan produk mereka," kata dia.

Ia menuturkan, Giant memiliki brand kuat, tetapi harus beradaptasi untuk bersaing secara ketat. “Kami telah menerapkan program transformasi multi-tahun untuk memberikan peningkatan jangka panjang,” tutur dia.

Perseroan mengembangkan strategi jangka panjang dengan melibatkan penyelarasan ruang toko, meningkatkan kualitas, skala, dan kesegaran di seluruh toko bahan makanan, dan menyesuaikan barang dagangan umum. Hal ini untuk memberikan nilai lebih konsisten kepada pelanggan.

Diky mengatakan, saat memperkuat proposisi pelanggan dalam bisnis makanan, perseroan terus mengembangkan bisnis yang lain antara lain toko kesehatan dan kecantikan Guardian dan IKEA yang berkinerja baik.

"Kami tetap berkomitmen kuat untuk bisnis kami di Indonesia. Penataan kembali ini untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berubah dengan cepat dan agar melindungi bisnis untuk masa depan,” kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini