Sukses

Sulit Saing dengan Nike, Adidas Bakal Jual Reebok

Liputan6.com, Jakarta - Produsen pakaian dan alat olahraga asal Jerman Adidas berencana menjual merek Reebok setelah 15 tahun membeli merek Amerika Serikat (AS) tersebut untuk membantu bersaing dengan Nike. Salah satu jadi pertimbangan penjualan Reebok karena kinerja buruk.

Adidas memutuskan untuk memulai proses divestasi sebagai bagian dari strategi lima tahun yang akan diumumkan pada 10 Maret 2021. Saat itu, perseroan juga akan publikasikan laporan kinerja keuangan 2020.

Reebok dilaporkan akan mulai berhenti operasi pada kuartal I 2021. “Reebok dan Adidas akan dapat signifikan lebih menyadai potensi pertumbuhan mereka secara independen satu sama lain,” ujar Chief Executive Kasper Rorsted dilansir dari CNBC, ditulis Selasa (23/2/2021).

Adidas membeli Reebok yang berbasis di Boston, AS senilai USD 3,8 miliar atau sekitar Rp 53,61 triliun (asumsi kurs Rp 14.110 per dolar AS). Namun, kinerja lamban menyebabkan investor berulang kali meminta untuk melepas merek tersebut.

Sementara itu, Adidas mendapatkan dominasi Nike di Amerika Serikat dengan merek intinya. Adidas juga dibantu oleh kemitraan dengan selebritas seperti Kanye West, Beyonce, dan Pharrel Williams.

Setelah Rorsted mengambilalih sebagai CEO pada 2016, ia meluncurkan rencana perubahan haluan untuk Reebok yang membantunya kembali ke profitabilitas. Akan tetapi kinerjanya terus tertinggal dari merek inti Adidas dan kemudian dilanda pandemi COVID-19.

Penjualan bersih Reebok turun 7 persen pada kuartal III 2020 menjadi 403 juta euro (USD 488 juta) setelah turun 44 persen pada kuartal sebelumnya. Pada 2018, Adidas mencatat nilai buku hampir setengahnya dibandingkan 2018 menjadi 842 juta euro.

 

2 dari 3 halaman

Skema Divestasi

Adidas memiliki pilihan untuk divestasi Reebok antara lain menjadikannya perusahaan publik berdiri sendiri, dan menjual merek ke private equity, dan menjual ke perusahaan ritel olahraga lainnya.

Analis mengatakan, kolaborasi terbaruk Reebok dengan selebritas seperti Cardi B dan fokus kepada pakaian wanita telah menempatkan Reebok ditempat lebih baik.

Pada November, Adidas menyatakan, ada penurunan penjualan secara keseluruhan pada akhir 2020 karena lockdown di Eropa mengimbangi kembalinya pertumbuhan di China. Selain itu, permintaan yang kuat untuk perlengkapan lari dan produk yang dirancang Beyonce.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini