Sukses

IHSG Dibuka Tertekan, Sektor Barang Konsumsi Bebani Gerak Indeks

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada pembukaan perdagangan saham Rabu pekan ini. Namun, IHSG berpotensi bergerak menguat di pertengahan sesi. 

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (24/5/2017), IHSG turun 52,22 poin atau 0,91 persen ke level 5.678,39. Pembukaan IHSG pukul 09.00 WIB, laju IHSG masih berada di zona merah dengan turun 41,67 poin atau 0,73 persen ke level 5.696,85. Indeks saham LQ45 turun 0,88 persen ke level 950. Sebagian besar indeks saham acuan kompak melemah.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.698,96 dan terendah 5.675,49. Ada sebanyak 70 saham menguat tetapi tak bisa mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 58 saham melemah sehingga menekan indeks dan 81 saham lainnya diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 8.489 kali dengan volume perdagangan 302 juta saham. Nilai transaksi perdagangan saham Rp 218 miliar. Investor asing melakukan aksi beli Rp 19,19 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.314.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan. Pelemahan terbesar pada sektor saham barang konsumsi yang turun 1,17 persen, sektor manufaktur melemah 0,88 persen dan sektor saham keuangan turun 0,76 persen.

Saham-saham yang berada di zona hijau antara lain CMPP yang naik 14,67 persen naik ke Rp 173. Saham DNAR yang naik 6,56 persen ke angka Rp 260. Saham BIMA yang naik 5,38 persen ke Rp 98.

Sedangkan saham-saham yang berada di zona merah antara lain BMSR turun 13,33 persen ke Rp 130. DGIK turun 5,36 persen ke Rp 106 dan ALMI melemah 4,57 persen ke 188.

Analis PT BNI Securities Dessy Lapagu menjelaskan, indeks global masih melanjutkan penguatan. Dow Jones menguat 0,21 persen ke level 20.937 diikuti S&P 500 yang naik 0,18 persen dan Nasdaq yang naik 0,08 persen.

"Pendorong penguatan saham-saham di Wall Street adalah laporan penjualan rumah baru AS tercatat naik menjadi 642 ribu per April dari sebelumnya 621 ribu, melebihi perkiraan pasar," jelas dia.

Sementara itu, pada bursa Eropa indeks bergerak bervariasi. FTSE London melemah 0,15 persen sedangkan indeks CAC Paris menguat 0,47 persen.

Untuk IHSG Selasa kemarin, pasar domestik kembali bergerak fluktuatif cukup signifikan. Meski sempat menguat pada sesi satu dengan kenaikan tertinggi 28 basis poin tetapi pada sesi dua melemah hingga 19 basis poin atau turun sebesar 0,3 persen ke level 5.730.

"Kami melihat bahwa indeks hari ini berpotensi berbalik arah dengan positifnya sentimen bursa global dan regional serta ekspektasi pasar terhadap rapat FOMC dan rapat OPEC," tutur dia.