Sukses

Kinerja Emiten Tak Sesuai Harapan Bikin IHSG Naik Tipis

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Walau demikian, IHSG mampu berbalik arah ke zona hijau.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (28/4/2016), IHSG naik tipis 2,73 poin atau 0,06 persen ke level 4.848,39. Indeks saham LQ45 melemah 0,11 persen ke level 834,40. Sebagian besar indeks saham acuan cenderung melemah.

Ada sebanyak 145 saham melemah sehingga mendorong IHSG tertekan. Namun 147 saham menguat sehingga membalikkan arah ke zona hijau. 89 saham lainnya diam di tempat.

Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 4.877,17 dan terendah 4.830,68. Transaksi perdagangan saham pada hari ini cukup ramai.

 

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 275.891 kali dengan volume perdagangan saham 6,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 6 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual mencapai Rp 400 miliar. Aksi jual investor asing ini cukup menekan IHSG. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 400 miliar.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham tambang naik 0,91 persen, dan membukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham perdagangan menguat 0,72 persen dan sektor saham keuangan mendaki 0,46 persen.

Akan tetapi, sektor saham infrastruktur melemah 1,44 persen, dan membukukan penurunan terbesar, sektor saham aneka industri melemah 1,18 persen, dan sektor saham konstruksi susut 0,09 persen.

Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.183. Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham BMRI naik 2,08 persen ke level Rp 9.825 per saham, saham MYOR menguat 3,86 persen ke level Rp 35.000 per saham, dan saham PWON mendaki 1,9 persen ke level Rp 535 per saham.

Sedangkan saham-saham tertekan antara lain saham BWPT melemah 5,02 persen ke level Rp 284 per saham, saham TAXI susut 8,18 persen ke level Rp 202 per saham, dan saham PPRO tergelincir 1,3 persen ke level Rp 303 per saham.

Tekanan terhadap IHSG pada sesi perdagangan Kamis pekan ini juga dipengaruhi bursa saham Asia.

Bursa saham Asia cenderung tertekan dengan indeks saham Korea Selatan Kospi susut 0,72 persen ke level 2.000,93, indeks saham Jepang Nikkei melemah 3,61 persen ke level 16.666, indeks saham Shanghai tergelincir 0,27 persen ke level 2.945,59, indeks saham Singapura susut 0,43 persen ke level 2.862, dan indeks saham Taiwan melemah 1,04 persen ke level 8.473,87.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menuturkan kalau kinerja emiten di bawah harapan pelaku pasar telah menekan IHSG. Selain itu, aksi jual investor asing cukup besar juga membebani IHSG.

"Akan tetapi saham Sampoerna naik seiring rencana stock split. Namun saham lebih banyak turun," kata Satrio saat dihubungi Liputan6.com. (Ahm/Ndw)