Sukses

Otoritas Bursa Didesak Bekukan Saham Cipaganti

Liputan6.com, Jakarta - Komite Investasi Mitra Usaha (KIMU) meminta agar Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan perdagangan saham untuk PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT).

Perwakilan KIMU, David Dwi Sardjono mengatakan, hal itu dikarenakan  pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terindikasi pemindahan saham secara paksa (hostile takeover).

"Menurut KIMU pelaksanaan RUPS ini merupakan indikasi hostile takeover. Penolakan laporan keuangan pada RUPS harus menjadi basis bagi BEI untuk menolak perubahan manajemen untuk meminta pertanggungjawaban manajemen lama sebelum dipindahkan kepada manajemen baru," kata dia dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (25/8/2014).

Dia menerangkan, indikasi hostile takeover nampak dari beberapa ketidakwajaran dari pelaksanaan RUPS. Pertama, pergantian pengurus dengan tidak menerima laporan merupakan indikasi hostile takeover. Menurut David, manajemen lama harus mempertanggungjawabkan laporan keuangannya.

"Kedua, notaris diganti dalam waktu 12 jam menjelang RUPS, padahal notaris sebelumnya sudah bekerjasama dengan CPGT sejak Initial Public Offering (IPO)," lanjutnya.

Dia menambahkan, agenda Rapat Umum Pemegang Luar Biasa (RUPS LB) tentang perubahan anggaran, namun pada jalannya adalah keinginan melakukan perubahan pengurus. "Perubahan seketika ini merupakan penyimpangan dari peraturan bursa," kata dia.

Terakhir, dia mengatakan KIMU yang merupakan perwakilan investor dan memiliki kepentingan saham milik Andianto Setiabudi dan Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada (KCKGP) sempat ditolak masuk ruang sidang.

"Ini mengindikasikan adanya upaya-upaya menyembunyikan tindakan-tindakan terhadap orang-orang yang berkepentingan di dalamnya," tuturnya. (Amd/Ahm)

 

*Bagi Anda yang ingin mengikuti simulasi tes CPNS dengan sistem CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melalui simulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba!