Kapal Kargo Tabrak Tongkang di Tuban, Seorang Perwira Hilang

​ Kapal kargo sempat blackout sebelum tenggelam.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 15:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan Kapal Kargo Khatulistiwa 8 menuju Sampit, Kalimantan Tengah, berakhir tragis di perairan Tuban, Rabu (7/10/2026) malam. Kapal membawa muatan 1.850 ton semen tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal tongkang, menyisakan misteri hilangnya seorang perwira kapal yang kini masih dalam pencarian intensif.

​Insiden bermula sekitar pukul 22.00 WIB di titik koordinat 06°33'460" LS dan 112°59'219" BT, atau berjarak sekitar 9 mil laut dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban. Berdasarkan catatan otoritas setempat, Khatulistiwa 8 baru saja bertolak dari pelabuhan tersebut pada pukul 17.30 WIB, hanya 4,5 jam sebelum musibah maut ini terjadi.

​Tabrakan hebat tersebut memicu gangguan kelistrikan total atau blackout pada kapal kargo nahas itu, sebelum akhirnya lambung kapal menyerah dan tenggelam ke dasar laut.

​Kapospolair Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengungkapkan, petugas berhasil menyelamatkan 17 kru. 15 laki-laki dan 2 perempuan dari maut. Evakuasi melibatkan kapal tunda TB Amazon Harbour yang dibantu oleh perahu nelayan setempat. Seluruh korban selamat tiba kembali di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia pada Kamis dini hari pukul 01.30 WIB.

"Saat ini, para korban telah dievakuasi untuk mendapatkan pemulihan fisik dan mental di Hotel Fortuna, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban," kata Joko, Kamis (8/10/2026).

​Di balik kelegaan atas selamatnya 17 ABK, duka masih menyelimuti keluarga besar kapal. Seorang Perwira Pertama atau Mualim I bernama Mayan Petter Saba (29) dilaporkan belum ditemukan.

​"Hari ini tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan operasi pencarian korban hilang di sekitar lokasi kapal mengalami kecelakaan dan blackout," tegas Joko.

​Hingga saat ini penyebab pasti tabrakan maut antara Khatulistiwa 8 dan kapal tongkang misterius tersebut masih dalam investigasi mendalam oleh pihak berwenang.

"Total kerugian materil akibat hilangnya kapal beserta ribuan ton semen juga masih dalam proses kalkulasi,"pungkasnya.