Rutan Muntok Bekali Napi Keahlian Pemulasaran Jenazah

Keahlian mengurus jenazah memiliki peluang kerja bagi narapidana setelah bebas.

Diterbitkan 06 Oktober 2025, 18:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Muntok memberikan pelatihan pemulasaran jenazah kepada warga binaan pemasyarakatan. Para narapidana tersebut diajarkan mengenai tata cara memandikan, mengkafani, dan menyalatkan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

"Peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan menerima sertifikat sebagai bukti keahlian. Semoga kegiatan ini dapat menjadi bekal mereka setelah bebas dan kembali ke masyarakat," kata Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly, Selasa (6/10).

Dia juga menekankan program tersebut dirancang bukan sekadar mengisi waktu luang di dalam rutan, melainkan sebagai sarana transformasi sosial bagi para warga binaan.

Menurutnya, keahlian mengurus jenazah memiliki peluang kerja bagi narapidana setelah bebas. Ia juga mengingatkan bahwa esensi pemasyarakatan adalah memberikan dampak bagi masyarakat.

"Pemulasaran jenazah ini pencarinya banyak. Dengan berbekal sertifikat resmi, mereka bisa leluasa berkecimpung di bidang ini secara profesional atau langsung membantu warga yang membutuhkan,” ungkapnya.

Ferly juga mengatakan program tersebut dirancang untuk memulihkan trinitas kehidupan, yakni hubungan hidup, penghidupan, dan kehidupan. Hal tersebut agar warga binaan setelah bebas nanti tidak kembali terjerumus ke dalam lingkaran hitam kejahatan.

Untuk menunjang kegiatan tersebut, pihaknya menggandeng instruktur dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Barat, salah satunya Parhad.

Ia menilai pembinaan rohani dan keterampilan praktis seperti pemulasaran jenazah sangat penting karena menyentuh aspek human spirit atau semangat kemanusiaan bagi warga binaan.

Dia menjelaskan bahwa sebelumnya kegiatan hanya sebatas khotbah dan pembinaan, namun tahun ini pemulasaran jenazah. Parhad berharap kegiatan kali ini mendatangkan keberkahan.

Ia juga menjelaskan materi dan bentuk kegiatan akan diperluas. Hal itu guna memberikan dampak yang lebih optimal bagi para warga binaan yang beragama Islam.

"Harapan kami, bapak-bapak di sini senantiasa diberi kesehatan, kesabaran, dan kelak keluar dari tempat ini menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, serta berakhlakul karimah," ujarnya.