Komitmen Lestarikan Bukit Menumbing, Jaga Alam dan Keberlanjutan

Rutan Muntok bersama Forkopimda memperkuat sinergi menjaga kelestarian Bukit Menumbing sebagai kawasan penyangga air dan destinasi berkelanjutan.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 19:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Rutan Muntok dan Forkopimda bersinergi jaga alam di Bukit Menumbing.
  • Kegiatan ini tapak tilas perjuangan, menumbuhkan semangat kebangsaan dan patriotisme.
  • Bukit Menumbing vital bagi ekosistem, berpotensi pariwisata berkelanjutan selaras Asta Cita.

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Tahanan (Rutan) Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi vertikal menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus menjaga kelestarian alam.

Komitmen tersebut mengemuka di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Menumbing, Sabtu 18 Juli 2026. Wilayah itu dikenal bernilai historis karena menjadi tempat pengasingan para pendiri Republik Indonesia, termasuk Soekarno dan Hatta.

Kepala Rutan Muntok Andri Ferly menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar jalan sehat, melainkan tapak tilas perjuangan pendiri bangsa. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi modal utama untuk menumbuhkan semangat kebangsaan menjelang HUT ke-81 RI.

"Dahulu, para pendiri bangsa kita berjuang untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Hari ini, tugas sejarah kita adalah mempertahankan kemerdekaan itu bagi generasi masa depan," ujar Ferly.

Dia menambahkan, nilai-nilai patriotisme para pahlawan akan diadopsi ke dalam program pembinaan kepada warga binaan. Tujuannya agar mereka memiliki rasa cinta tanah air dan siap kembali berkontribusi positif setelah bebas nanti.

"Sinergi yang baik adalah modal utama kami dalam menjalankan tugas, terutama dalam menjaga situasi keamanan dan memaksimalkan pembinaan warga binaan," ucap Ferly.

 

Ekosistem Daerah, Jaga Flora dan Fauna

Selain itu, Bupati Bangka Barat Markus menggambarkan Bukit Menumbing menjadi benteng pertahanan ekosistem daerah yang menjadi rumah bagi flora dan fauna endemik, termasuk hewan langka mentilin atau tarsius Bangka.

"Bukit Menumbing ini adalah wilayah penyangga air yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Oleh karena itu, kelestariannya harus kita jaga bersama," terang dia.

Markus optimistis, perpaduan antara pesona alam yang asri dan nilai sejarah yang magis di Bukit Menumbing mampu menjadi magnet pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) yang akan mendongkrak ekonomi daerah tanpa harus merusak alam.

"Komitmen tersebut juga selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya Misi ke-2 mengenai kemandirian bangsa melalui ekonomi hijau dan ekonomi biru, serta Misi ke-5 tentang penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan alam dan budaya," jelas Markus.

Kegiatan itu turut dihadiri oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Barat, Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Pengadilan Negeri, Badan Intelijen Negara (BIN), Rutan Muntok, serta unsur TNI-Polri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6