Mahasiswa Jerman-Indonesia Kolaborasi Kembangkan Kawasan Transmigrasi Barelang

Kolaborasi lintas negara ini diarahkan untuk menghasilkan rancangan pengembangan kawasan yang memadukan perspektif global dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Diterbitkan 03 Oktober 2025, 11:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua puluh mahasiswa Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama akademisi dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi Indonesia turun langsung mempelajari potensi dan tantangan Kawasan Transmigrasi Barelang, Batam.

Melalui Summer Course, kolaborasi lintas negara ini diarahkan untuk menghasilkan rancangan pengembangan kawasan yang memadukan perspektif global dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi Harlina Sulistyorini mengatakan, Summer Course diarahkan untuk menghasilkan Green Barelang Spatial Development Design, yaitu rancangan pengembangan ruang Kawasan Transmigrasi Barelang yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, infrastruktur, konektivitas, serta lingkungan.

“Teman-teman TUM akan membantu melakukan eksplorasi dan menganalisis potensi Barelang Rempang, terutama Kawasan Transmigrasi Rempang. Output akhirnya adalah green concept design yang nantinya bisa kita implementasikan agar kawasan menjadi lebih baik dan masyarakatnya lebih sejahtera,” ujarnya dalam pembukaan Summer Course di Batam, Kamis (1/10).

Dalam prosesnya, peserta akan melihat langsung kondisi kawasan, termasuk potensi ekonomi, tata ruang, infrastruktur, serta kondisi sosial dan lingkungan. Mereka juga akan berdialog dengan masyarakat untuk memahami kebutuhan serta tantangan yang dihadapi warga.

Plt. Dirjen Harlina menegaskan, pengembangan Barelang diarahkan untuk memberikan manfaat, terutama bagi masyarakat lokal. Pengembangan kawasan diharapkan membuka lebih banyak kesempatan kerja sekaligus mendorong pemanfaatan potensi sumber daya yang ada.

“Kawasan Rempang ini memang peruntukannya untuk masyarakat lokal yang ada di sini sehingga lebih diberdayakan, lebih diberi kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak kesempatan tenaga kerjanya, dan juga pemanfaatan sumber daya alam yang ada di seputar Rempang,” katanya.

Kegiatan yang diinisiasi Universitas Diponegoro (Undip) bersama TUM, Kementerian Transmigrasi, dan BP Batam ini menjadi bagian dari Transmigrasi Patriot (Trans Patriot). Program tersebut mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata kawasan melalui pembelajaran di kelas, diskusi, observasi lapangan, serta dialog langsung dengan masyarakat.

Kolaborasi ini juga melibatkan Tim Ekspedisi Patriot dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), IPB University, dan Universitas Indonesia (UI) yang telah bekerja di Kawasan Barelang. Hasil pengamatan dan pendampingan tim tersebut diharapkan dapat membantu memastikan gagasan yang dihasilkan dalam Summer Course tetap terhubung dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan.

Perwakilan TUM Walter Timo de Vries mengatakan, pembelajaran langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam pendidikan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya diajak memahami teori, tetapi juga melihat peluang, tantangan, serta pengalaman masyarakat yang tinggal dan bekerja di kawasan tersebut.

“Yang paling penting bagi kami adalah tidak hanya mengajar di ruang kelas. Cara terbaik untuk belajar adalah melihat langsung bagaimana teori itu diterapkan, apa peluangnya, serta tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Menariknya, pembelajaran dalam Summer Course juga berlangsung dua arah. TUM tidak hanya membawa perspektif dari Jerman, tetapi juga ingin belajar dari pengalaman pengembangan Barelang. Sebaliknya, Kementerian Transmigrasi berharap pengalaman Jerman dalam partisipasi masyarakat, pengelolaan sumber daya lokal, dan kemandirian kawasan dapat menjadi referensi untuk dikembangkan sesuai konteks Barelang.