PNM Perkuat Inklusi Keuangan hingga Wilayah 3T

Pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro dinilai tak cukup hanya melalui akses modal. Pendampingan dan peningkatan kapasitas menjadi kunci agar usaha berkembang sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Diterbitkan 06 Agustus 2025, 19:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bagi banyak perempuan di pelosok Indonesia, usaha kecil bukan sekadar sumber penghasilan. Dari berjualan makanan, membuka warung, hingga membuat kerajinan di rumah, usaha yang mereka jalankan menjadi penopang kebutuhan keluarga sekaligus harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

Namun, membesarkan usaha di tengah keterbatasan bukan perkara mudah. Selain akses permodalan, pendampingan dan kesempatan belajar menjadi bekal yang tak kalah penting.

Upaya memperkuat pelaku usaha ultra mikro, khususnya perempuan prasejahtera, terus dilakukan di berbagai daerah. Salah satunya melalui program pemberdayaan yang menjangkau hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan menggabungkan akses pembiayaan dan pendampingan usaha.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyebut pemberdayaan tidak hanya berfokus pada penyaluran modal, tetapi juga membangun kepercayaan diri, meningkatkan kapasitas usaha, serta membuka peluang ekonomi bagi jutaan keluarga prasejahtera.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan badan usaha milik negara (BUMN) memiliki tanggung jawab tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.

"BUMN didorong tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sosial dan lingkungan," ujar Dony di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, keberhasilan program pemberdayaan sesungguhnya lahir dari kegigihan para perempuan yang terus mempertahankan usahanya di tengah berbagai keterbatasan.

 

Perkuat Ekonomi Keluarga

"PNM membersamai sebagian kecil dari perjalanan mereka. Kekuatan sesungguhnya ada pada para ibu yang setiap hari memilih untuk bangkit, bekerja, dan menjaga harapan keluarganya. Tugas kami adalah memastikan mereka tidak berjalan sendiri dan terus memiliki ruang untuk bertumbuh," kata Kindaris.

Menurutnya, perempuan pelaku usaha ultra mikro memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi keluarga.

Karena itu, perusahaan terus memperluas layanan pembiayaan dan pendampingan hingga daerah terpencil agar semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan mengembangkan usahanya.