Kemarau Ekstrem di Lampung, BPBD Kirim 20.000 L Air

BPBD menyalurkan 20.000 liter air bersih untuk 240 kepala keluarga.

Diterbitkan 29 Juli 2026, 16:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Kota Bandar Lampung. Ratusan kepala keluarga (KK) di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, mengalami krisis air bersih setelah sumur yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga mengering.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung menyalurkan 20.000 liter air bersih menggunakan empat mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.

Bantuan didistribusikan ke dua titik di Jalan Raya Suban, RT 010 dan RT 013 Lingkungan I, Kelurahan Pidada. Sebanyak 240 KK atau sekitar 950 jiwa menerima pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra mengatakan, distribusi air dilakukan sebagai respons cepat setelah pihaknya menerima laporan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur mengering.

"Kami menerima laporan adanya warga yang mengalami kesulitan air bersih karena sumur mereka mulai mengering. Setelah dilakukan asesmen di lapangan, kami langsung menurunkan armada tangki air agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi," ujar Idham, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi selama musim kemarau. Jika ditemukan wilayah lain yang mengalami kekeringan, bantuan air bersih akan kembali disalurkan sesuai hasil asesmen di lapangan.

"Kami menyiagakan armada distribusi air bersih. Kalau ada laporan baru dan hasil asesmen menunjukkan masyarakat membutuhkan bantuan, tentu akan segera kami tindak lanjuti," jelasnya. Kemarau Tahun Ini Lebih Panas

Warga Kelurahan Pidada, Marni mengaku bantuan air bersih sangat membantu karena sumur di lingkungan tempat tinggalnya sudah tidak lagi mengeluarkan air.

"Alhamdulillah, kami senang dan berterima kasih sudah dibantu air bersih. Air ini memang paling dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari masak, mandi, sampai mencuci," ujar Marni.

 

Terasa Lebih Ekstrem

Ia menilai kemarau tahun ini terasa lebih ekstrem dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain suhu udara yang lebih panas, sumur warga juga lebih cepat mengering sehingga aktivitas sehari-hari terganggu.

"Rasanya kemarau tahun ini lebih panas. Air sumur di sini sampai benar-benar kering. Mudah-mudahan kemaraunya tidak berlangsung lama, karena kalau tidak ada air, kami benar-benar repot," tuturnya.

Selain ke Kelurahan Pidada, BPBD Kota Bandar Lampung juga mendistribusikan air bersih ke Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Ikhlas.

Idham menegaskan penanganan dampak kekeringan menjadi salah satu prioritas BPBD selama musim kemarau. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga perangkat lingkungan untuk memantau daerah yang mulai mengalami penurunan ketersediaan air bersih.

"Prioritas kami adalah memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap memperoleh akses air bersih. Kebutuhan dasar warga harus tetap terpenuhi meskipun musim kemarau masih berlangsung," ungkap Idham.

BPBD juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat dan segera melapor apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat.

"Kami berharap masyarakat menggunakan air secara hemat selama musim kemarau. Jika mulai mengalami kesulitan air bersih, segera laporkan kepada aparat setempat atau BPBD supaya bisa segera kami tindak lanjuti," tandas Idham.