Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 15 rumah warga di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), mengalami kerusakan akibat dampak guncangan gempa magnitudo 6,7. Angka tersebut belum final karena pendataan masih terus dilakukan.
"Data ini masih bersifat sementara, karena Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, di Parigi, Selasa (16/6/2026) dikutip dari Antara.
Belasan rumah rusak berada di empat desa. Yakni Desa Torue (Kecamatan Parigi Selatan) sebanyak empat rumah dengan jumlah warga terdampak empat Kepala Keluarga (KK). Kemudian satu rumah terdampak di Desa Tolai, dengan warga terdampak satu KK dan satu lansia, lalu di Desa Torue (Kecamatan Torue) sembilan rumah terdampak dengan 15 KK atau 36 jiwa, dan Desa Sausu Trans (Kecamatan Sausu) satu rumah dengan satu KK terdampak.
Advertisement
"Belum ada laporan korban jiwa, termasuk kerusakan fasilitas umum dari peristiwa itu. Kami terus melakukan pembaruan informasi kepada masyarakat, terkait penanganan pascagempa," ujarnya.
Â
Pasien Kembali ke Ruang Rawat Inap
Sementara itu Plt Kepala Rumah Sakit (RS) Anuntaloko Irwan mengatakan saat ini sebagian besar pasien sudah dipindahkan ke ruang rawat inap setelah sempat dievakuasi akibat guncangan gempa.
Begitupun kegiatan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kini telah dilaksanakan di dalam ruangan.
"Sempat pasien dievakuasi ke luar ruangan, sekarang sebagian besar sudah kami kebalikan ke ruang perawatan. Meski begitu kami tetap bersiaga, khawatir terjadi gempa susulan," ucapnya.
Otoritas RS setempat juga mengimbau masyarakat dan pasien tetap tenang dan jangan panik, informasi perkembangan pascagempa terus diperbaharui oleh Pemkab Parigi Moutong dan otoritas berwenang.
"Kami juga sedang melakukan periksa anggota kondisi bangunan RS dan peralatan medis lainnya. Perkembangan informasi akan kami sampaikan selanjutnya," tutur Irwan.
Â
Advertisement
Kerusakan di Universitas Tadulako
‎‎Kerusakan juga terlihat pada bangunan di Kampus Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). ‎‎Berdasarkan data awal yang dihimpun pihak universitas, kerusakan terjadi pada sejumlah gedung yang sebelumnya telah direhabilitasi dan direkonstruksi pascabencana gempa, tsunami, dan likuefaksi tahun 2018.
‎‎"Hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan akibat gempa," kata Rektor Untad  Prof Amar.
Kerusakan berupa retakan dinding, terlepasnya material pelapis bangunan, kerusakan plafon, sarana pembelajaran, hingga pecahnya kaca akibat kuatnya guncangan.
‎"‎Gedung Rektorat Untad yang telah direkonstruksi mengalami retakan dan material dinding terkelupas di beberapa bagian, termasuk kerusakan plafon. Keretakan juga ditemukan pada Gedung Media Center (GMC)," ujarnya.
Di bangunan Auditorium Untad juga terjadi kerusakan berupa runtuhnya sebagian plafon dan gangguan pada fasilitas videotron.
‎‎Kerusakan lainnya juga ditemukan pada Rumah Sakit (RS) Untad, berupa retakan pada beberapa bagian non struktural bangunan. Begitu pun di Fakultas Teknik sebagian plafon dilaporkan roboh, sedangkan Gelanggang Mahasiswa mengalami retakan pada sejumlah bagian bangunan yang masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
‎‎"Asesmen teknis segera dilakukan menyeluruh, guna memastikan tingkat keamanan seluruh bangunan kampus," ucap Amar.
Â
‎
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3341307/original/037033900_1609899603-cek_fakta_kosmetik_cega_covid-19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320548/original/068244200_1786355298-cek_fakta_-_bansos_hut_ri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260635/original/075500300_1781615992-1000673358__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260716/original/035785700_1781632267-WhatsApp_Image_2026-06-16_at_20.33.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411029/original/095362800_1782294922-gempa_sigi_ok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430249/original/046934400_1618522917-033288400_1538658477-Korban-Gempa-Bumi-dan-Tsunami-Palu2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262352/original/026641800_1781781132-IMG-20260618-WA0029.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261172/original/056525200_1781687785-046879300_1781630997-IMG-20260617-WA0000-2.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2370239/original/096295400_1538190133-20180929-Setelah-Gempa-dan-Tsunami-Melanda-Palu-AFP-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260543/original/020308500_1781600359-6.jpg)