Pesan Suara Terakhir Mahasiswi Unhas Sebelum Ditemukan Tewas

Sebelum ditemukan meninggal dunia, mahasiswi jurusan arsitektur angkatan 2024 itu sempat mengirim pesan suara (voice note/VN) serta video kepada orang terdekat.

OlehFauzan
Diterbitkan 19 Mei 2026, 13:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) berinisial PJT (19), tengah menjadi buah bibir usai ditemukan tewas di kawasan kampus Fakultas Teknik Unhas, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin 18 Mei 2026 malam.

Sebelum ditemukan meninggal dunia. Mahasiswi jurusan arsitek angkatan 2024 itu sempat mengirim pesan suara (voice note/VN) serta video kepada teman dan keluarganya.

Kabid Humas Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan adanya pesan suara yang dikirim korban sebelum kejadian. Pesan tersebut bahkan diteruskan kepada orang tua korban hingga membuat keluarga mencari keberadaan korban di area kampus.

“Betul ada voice note yang sempat dikirim korban kepada temannya, dan juga diteruskan ke orang tuanya,” ujar Ishaq Rahman, Selasa (19/5/2026).

Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, dua petugas sekuriti Fakultas Teknik Unhas, Ardiansyah dan Joni, didatangi seorang mahasiswa yang meminta dipanggilkan ambulans karena rekannya ditemukan terjatuh di area kampus.

“Semalam sekitar pukul 20.00, sekuriti di Pos 1 FT atas nama Ardiansyah dan Joni didatangi oleh seorang mahasiswa yang meminta dipanggilkan ambulans, karena ada temannya yang jatuh dari lantai satu. Kata pelapor diduga melompat,” katanya.

Menurut Ishaq, sebelum korban ditemukan, orang tua korban bersama sejumlah rekannya sempat mencari korban di lingkungan kampus setelah menerima pesan suara dan video dari korban.

“Pesan suara itu juga diteruskan ke orang tuanya. Sehingga orang tuanya juga ke kampus mencari korban bersama teman korban, tapi tidak ketemu,” ungkapnya.

Saat orang tua korban dan teman-temannya mendatangi pos sekuriti untuk meminta kunci gedung kampus guna melakukan pencarian di dalam gedung, pihak sekuriti justru mendapat laporan adanya korban yang ditemukan di sekitar lokasi kampus dan telah dibawa ke rumah sakit.

“Jadi orang tua dan teman korban ke rumah sakit, dan menemukan korban memang sudah meninggal,” lanjut Ishaq.

Ishaq pun menyebut bahwa peristiwa ini menjadi perhatian pihak kampus terkait pentingnya penanganan isu kesehatan mental di kalangan mahasiswa dan remaja.

“Peristiwa ini menyalakan alarm bagi kita semua untuk memperhatikan isu kesehatan mental di kalangan remaja. Unhas akan segera mengambil langkah-langkah mitigatif untuk merespons isu ini,” tutup Ishaq Rahman.

 

Polisi Lakukan Penyelidikan

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diautopsi.

Kanit Tipidum Satreskrim Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban dan masih mendalami sejumlah fakta di lapangan, termasuk video yang dikirim korban sebelum meninggal dunia.

“Kami belum dapat menyimpulkan apakah yang bersangkutan lompat atau seperti apa. Kami masih melakukan penyelidikan dan mencari fakta-fakta untuk menguatkan semuanya,” ujarnya.

Alfian mengaku bahwa pihaknya telah menerima informasi adanya video yang dikirim korban kepada keluarganya sebelum ditemukan meninggal dunia. Video tersebut kini masih dipelajari penyidik.

"Ada memang informasi dari pihak keluarga almarhumah bahwa ada video yang dikirim almarhumah kepada orang tuanya, dalam hal ini ibunya. Nanti kami akan pelajari video tersebut," tutupnya.