Hati-Hati Madu Palsu Beredar Luas di Luwu Timur, Bahan Produksi Biasa Ada di Dapur

Polisi menangkap 3 pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti pembuatan madu palsu.

OlehFauzan
Diterbitkan 10 Mei 2026, 06:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap dugaan praktik produksi madu palsu di rumah kontrakan di Desa Lestari, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Jumat (8/5/2026) malam. Dalam pengungkapan itu, polisi menangkap 3 pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Kasat Reskrim Polres Luwu Timur AKP Jody Dharma membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Tiga orang pelaku masing-masing bernama Ladi (64), Rifaldy (23), dan Rusman M (41). Ketiganya diketahui berasal dari Kota Parepare.

"Benar, ada tiga orang yang telah diamankan terkait dugaan pembuatan madu palsu di wilayah Tomoni," kata AKP Jody Dharma kepada Liputan6.com, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, penyidik masih mendalami sejumlah hal, mulai dari asal bahan baku, proses produksi, hingga jalur distribusi produk yang diduga telah beredar di masyarakat.

"Saat ini kasusnya masih dalam proses pendalaman. termasuk terkait asal bahan baku, proses distribusi, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat," lanjutnya.

Bahan Produksi dan Campuran Biasa Ada di Dapur

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelaku diduga memproduksi madu menggunakan campuran gula pasir, tepung kanji, citrum, air, dan cuka. Bahan tersebut diolah hingga menyerupai madu asli, lalu dikemas menggunakan botol bekas air mineral, botol sirup, hingga jeriken.

Dari informasi yang dihimpun, para pelaku disebut mampu memproduksi puluhan botol madu setiap hari. Produk tersebut diduga dipasarkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara.

Dalam pengungkapan itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa botol dan jeriken berisi cairan diduga madu palsu, gula pasir, tepung kanji, citrum, kompor gas, tabung gas, baskom, panci, serta sarang tawon dan telur yang diduga digunakan dalam proses produksi.

AKP Jody Dharma juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli produk madu yang beredar di pasaran dan memastikan produk berasal dari sumber terpercaya.

"Polisi mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam membeli produk madu yang beredar di pasaran dan memastikan produk berasal dari sumber yang terpercaya," ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan lebih lanjut terkait penanganan perkara tersebut akan disampaikan setelah proses pendalaman selesai dilakukan.

"Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan kemudian," tutupnya.