Siswa SMA di Palangka Raya Ikuti Pelatihan Menjawet Rotan Jaga Warisan Nenek Moyang

Pelajar SMAN 4 Palangka Raya mengikuti pelatihan menjawet rotan, seni menganyam tradisional khas suku Dayak yang kini mulai jarang ditekuni generasi muda.

Diterbitkan 07 Mei 2026, 18:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti pelatihan menjawet rotan. Menjawet merupakan seni menganyam tradisional khas suku Dayak yang kini mulai jarang ditekuni generasi muda.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 4 Palangka Raya, Dewi menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 90 pelajar. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata memperkenalkan seni kriya rotan sekaligus menjaga warisan nenek moyang agar tetap lestari.

"Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada pengenalan budaya, tetapi juga mampu menumbuhkan cinta budaya lokal. Penting saat ini menghargai budaya lokal agar tidak diklaim oleh bangsa lain," ujar Dewi, Kamis (7/5/2026).

Siswa kelas X SMAN 4 Palangka Raya bernama Melisa mengaku bangga bisa belajar menjawet yang mulai tidak populer di kalangan sebayanya. Baginya, kesulitan dalam menyusun pola anyaman bukanlah hambatan, melainkan sebuah tantangan.

"Butuh kesabaran dan ketelitian. Semoga ke depannya bisa menjawet sehingga budaya ini tidak punah," kata Melisa.

 

Mentor Tak Alami Kesulitan

Sementara itu, mentor Amelia Agustia menegaskan, menjawet memiliki tingkat kesulitan tinggi karena memerlukan ketelitian dan kesabaran ekstra dalam membentuk setiap motifnya.

Amelia secara telaten membimbing para siswa agar tidak terburu-buru dan meresapi setiap jalinan serat rotan yang dirangkai.

Pelatihan ini juga menjembatani para generasi muda untuk mengenal anyaman rotan. Tidak sekadar praktik di kelas, para siswa ini nantinya akan dipersiapkan untuk mengadu ketangkasan dalam kompetisi bergengsi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama Indang Apang Galeri.

"Seni menjawet ini adalah soal rasa, hati dan pikiran. Maka ketika kita menjawet harus tenang, agar motif yang dihasilkan simetris," pungkas Amelia.